BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di bawah kepemimpinan Ketua yang baru, Risdianto, S.Pi., M.Si., menegaskan komitmennya untuk bergerak aktif dalam bidang kemanusiaan, terutama dalam penanggulangan bencana.
Risdianto, yang telah menjadi sekertaris PMI Kaltara selama 2 periode, sebelum mengemban amanah sebagai Ketua Provinsi, menyatakan bahwa prinsip utama PMI adalah bergerak berdasarkan kemanusiaan.
“Saya hari ini diberikan amanah selaku Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara. Walaupun memang dalam PMI Kaltara saya sudah 2 periode sebagai sekertaris, jadi ini tentu juga adalah rutinitasnya. Artinya di sini sesuai dengan temanya bahwa, PMI bergerak berdasarkan kemanusiaan,” ujar Risdianto.
Dalam menjalankan perannya, PMI Kaltara berupaya keras untuk bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan semua organisasi dalam rangka mengedepankan sisi kemanusiaan, khususnya dalam menghadapi bencana alam dan bencana kemanusiaan lainnya.
24 Jam Siaga dan Sinergi
Risdianto menyampaikan bahwa Markas PMI Provinsi Kaltara siaga 24 jam. Kesiapsiagaan ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, dan pihak terkait lainnya untuk tanggap darurat bencana.
“Kami biasanya bergerak bersama teman-teman BPBD, TNI/Polri, dan lainnya apabila ada bencana. Kami juga sudah memiliki grup WhatsApp khusus dalam rangka untuk menghadapi tanggap darurat,” jelasnya.
Menyikapi pesan khusus dari Ketua Umum PMI, H.M. Jusuf Kalla, Risdianto menegaskan bahwa PMI Kaltara akan terus bersinergi dengan pemerintah dan organisasi masyarakat untuk mengusung misi kemanusiaan.
Fokus Pembinaan Kader dan Peningkatan Kapasitas
Selain tanggap bencana, PMI Kaltara juga berfokus pada pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan kader relawan. Jumlah relawan di Kaltara dinilai sangat mencukupi, mencakup relawan hingga tingkat SMP dan SMA.
“Kami juga bergerak dalam rangka untuk bisa membina, terutama kader, relawan-relawan yang selama ini banyak bergerak di lapangan, generasi muda kita yang nanti ikut membangun daerah,” kata Risdianto.
Langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan dan peningkatan kapasitas, terutama bagi anggota remaja.
“Di PMI ini banyak sekali sertifikasi, sehingga kita juga akan melakukan itu untuk peningkatan kapasitas agar nanti suatu ketika keahlian itu dibutuhkan, mereka sudah siap,” tambahnya.
Sebagai bentuk konsolidasi dan peningkatan kapasitas, dalam waktu dekat PMI Kaltara akan mengadakan Temu Relawan se-Kalimantan Utara yang dipusatkan di Tanjung Palas Utara.
Koordinasi dan Ketersediaan Stok Darah
Koordinasi dengan PMI Kabupaten/Kota selama ini berjalan dengan baik, ditandai dengan kehadiran semua Ketua PMI Kabupaten/Kota dan jajarannya dalam kegiatan PMI Provinsi.
Konsolidasi dan kunjungan rutin ke daerah juga dilakukan untuk pembinaan dan pengembangan.
Mengenai Unit Donor Darah (UDD), Risdianto memastikan bahwa PMI Kaltara terus melakukan proses pengadaan peralatan baru di UDD PMI Kabupaten Bulungan untuk mendukung layanan transfusi darah.
“Kami bekerja sama dengan rumah sakit, bahkan kami memiliki jejaring juga. Karena banyak masyarakat ikutan transfusi, ada yang 50 kali, ada yang 25 kali untuk donor. Sehingga apabila memang ada kekurangan stok, kita langsung otomatis bisa penuhi,” tutup Risdianto.(dsh/red)





