BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM– Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan terus mengintensifkan pengawasan terhadap seluruh tahapan Pilkades Serentak pada 3 Desember 2025.
Salah satunya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan di tiga desa di Hulu Sungai Kayan, yakni Desa Long Lasan, Desa Muara Pengian, dan Desa Peso dan beberapa desa lainya, pada Selasa (25/11/2025).
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat Desa DPMD Bulungan, Nurdin Lubis, menyatakan jika pelaksanaan Monev ini sangat krusial, terutama setelah masing-masing calon kepala desa menyampaikan visi dan misinya.
“Pagi hari tadi, kita telah melakukan Monev di tiga desa yaitu Desa Long Lasan, Desa Muara Pengian, kemudian Desa Peso,” ujar Nurdin Lubis.
Harapan Kampanye Berjalan Lancar dan Kondusiv
Nurdin Lubis menekankan bahwa Monev dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi panitia Pilkades kabupaten, terutama dalam memastikan tahapan kampanye dapat berjalan lancar dan damai.
“Harapannya, mudah-mudahan dengan sudah disampaikannya visi misi, tahapan kampanye bisa berjalan lancar. Khususnya juga agar para calon menjaga kondusivitas para pendukungnya masing-masing dan juga simpatisan yang ada,” tegasnya.
Setelah Monev ini, Calon Kepala Desa di 13 desa yang akan melaksanakan Pilkades akan melanjutkan tahapan kampanye.
Panitia Kabupaten memastikan pengawasan terus berlanjut di seluruh desa yang terlibat.
Dalam pelaksanaan Monev di lapangan, Panitia Pilkades Kabupaten tidak bekerja sendiri. Mereka didampingi oleh unsur pengamanan dan pengawasan dari berbagai pihak.
“Kami juga bersama dari pihak Polresta Bulungan yang melakukan pengawalan dari pihak Polsek Kecamatan, maupun pihak Koramil yang mendampingi kami,” terang Nurdin.
Berdasarkan hasil koordinasi dan mitigasi dengan pihak Polres, ia bersyukur bahwa potensi wilayah rawan konflik yang signifikan tidak ditemukan.
“Dengan dilaksanakannya Monev pada hari ini,berdasarkan mitigasi dan hasil koordinasi dengan pihak Polres. Alhamdulillah, tidak ada yang signifikan (wilayah rawan konflik). Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik,” tutupnya (red)





