Dirjen Otda Tanggapi Hasil Kajian 70 Persen Warga Berau Mau Gabung Kaltara

Redaksi

Bumi Batiwakkal atau sebutan Kabupaten Berau, secara geografis wilayah ini dekat dengan provinsi Kalimantan Utara.
Bumi Batiwakkal atau sebutan Kabupaten Berau, secara geografis wilayah ini dekat dengan provinsi Kalimantan Utara

SAMARINDA- TANJUNGNEWS.COM- Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. Zainal A. Paliwang dalam FGD (Focus Group Discussion) beberapa waktu lalu menyampaikan laporan akhir kajian studi kelayakan terhadap rencana penggabungan Berau (Kaltim) dengan dalam bagian pemerintahannya.

Penataan wilayah, merupakan bagian dari manajemen pemerintahan daerah yang dimaksudkan untuk menata wilayah administratif suatu daerah, agar rentang kendali menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca Juga  Tuntut Upah Naik 15 %, Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional

Penataan wilayah dilakukan seiring dengan perkembangan suatu daerah, sehingga pertumbuhan dan kemajuan tidak hanya terpusat.

Provinsi Kalimantan Utara saat berdiri tahun 2012 silam disebutnya mengalami pertumbuhan ekonomi pesat, sejak menjadi daerah otonomi baru.

Menurut Zainal Paliwang, Bumi Batiwakkal atau Kabupaten Berau yang posisinya sangat strategis, berbatasan dengan Kaltara, menjadikan potensi wilayah ini digabungkan.

Baca Juga  Dicopot dari Ketua MK, Upaya Politisasi dan Pembunuhan Karakter

Dengan harapan dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi di kabupaten tersebut.

Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Akmal Malik yang kini juga mengemban tugas menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim memberikan tanggapannya.

“Itu kan harus buat undang-undang. Tidak mudah. Kita tidak bisa melarang burung terbang di langit, tidak mungkin melarang orang berbicara,” tukasnya

Baca Juga  Dianggap Langgar Statuta, Kemendikbudristek  Lakukan Investigasi Rektor Unsrat Manado

Sementara itu Akmal Malik menyebutkan  “Kita tak bisa larang orang melakukan kajian. Silakan saja. Tetapi sekali lagi Berau masih menjadi bagian Provinsi Kaltim,” ungkapnya.

Dalam hasil kajian juga disimpulkan Gubernur Kaltara bahwa sebanyak 70 persen masyarakat Kabupaten Berau menyatakan bersedia bergabung dengan Kaltara. Berkait hasil kajian tersebut tak banyak ditanggapi oleh Akmal Malik. (*/rudi/RRI/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait