BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM– Delapan tahun sudah Organisasi Kawulo Alit menapakkan jejaknya di Bumi Tenguyun.
Sejak berdiri pada 6 Mei 2018 silam, organisasi ini terus konsisten memposisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus perekat semangat kebersamaan di masyarakat.
Perayaan hari jadi yang ke-8 tahun ini pun berlangsung khidmat sekaligus penuh makna.
Ketua Organisasi Kawulo Alit Kabupaten Bulungan, Adymas Putro Utomo, S.P., M.T., menegaskan bahwa eksistensi organisasi ini tidak lepas dari sejarah panjang perjuangan para pendirinya.
Dalam sambutannya, Adymas secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada salah satu pendiri utama, Cak Lasidi. Menurutnya, berkat tangan dingin dan semangat pantang menyerah Cak Lasidi, Kawulo Alit mampu bertransformasi menjadi wadah yang solid.
”Semangat dari Cak Lasidi adalah ruh organisasi ini. Beliau mampu menyatukan visi para pimpinan, baik kepala daerah maupun wakil kepala daerah di Kalimantan Utara untuk duduk bersama dalam semangat perjuangan,” ujar Adymas.
Nuansa akrab semakin terasa saat Adymas membacakan sebuah pantun yang menggambarkan kedekatan emosional dan komitmen membangun daerah bersama Bupati Bulungan, Syarwani (Bang Sarwani).
“Bersama Bang Sarwani di atas bukit, memandangi alam Kaltara di Indonesia Raya. Nikmati kopi berdua saja di kolam alam menunggu joran pancingan. Kawulo Alit bersama masyarakat, terus berjaya dan sejahtera, selalu berjuang untuk berperan dalam pembangunan.”
Bagi Adymas, momen sewindu ini merupakan momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan.
Ia berharap, ke depan seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga situasi yang aman dan damai, khususnya di wilayah Kabupaten Bulungan.
”Harapannya, pada kesempatan berikutnya kita tetap bersama dalam semangat kekeluargaan. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing, memberikan petunjuk, dan kemudahan bagi kita semua dalam membangun Kabupaten Bulungan yang kita cintai ini,”ujarnya.
Dengan usia yang semakin matang, Kawulo Alit berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi aktor aktif yang berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah (red)





