Launching AMDK Kayanku, Bupati‎Wajibkan Seluruh OPD Bulungan Konsumsi AMDK ‘Kayanku’‎

Redaksi

BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah kembali membuahkan hasil nyata.‎


‎Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., secara resmi meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lokal bernama “Kayanku” yang memiliki arti Keberkahan Air Yakin Aman Nyata Kualitas Utama.

‎​Produk ini merupakan inovasi teranyar sekaligus unit usaha baru yang dilahirkan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Benuanta.

‎​Saat diwawancara, Bupati Syarwani menyatakan rasa bangga dan bahagianya atas pencapaian ini.

‎Menurutnya, kehadiran AMDK Kayanku merupakan perjalanan panjang kurang lebih satu tahun sejak ground breaking pembangunan gedung pabrik hingga akhirnya bisa berproduksi.

‎​”Pertama, saya sangat senang, bersyukur, dan bahagia pada hari ini. Perumda Danum Benuanta melahirkan sebuah inovasi dan unit usaha baru berupa air minum dalam kemasan dengan merek ‘Kayanku’. Merek ini sudah dipatenkan dan siap diedarkan ke seluruh wilayah Kabupaten Bulungan,” ujar Syarwani dengan nada optimis.

‎​Wajibkan OPD Belanja Produk Lokal

‎​Langkah konkret langsung diambil orang nomor satu di Bulungan ini guna memastikan pasar AMDK Kayanku bergeliat.

‎Syarwani menegaskan, terhitung mulai bulan Juli 2026 ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bulungan wajib menggunakan AMDK Kayanku untuk kebutuhan konsumsi rutin maupun kegiatan rapat.

‎​”Kita ingin mengajak masyarakat mencintai produk ini, maka contoh pertama harus datang dari lingkungan pemerintah daerah. Per bulan ini, belanja rutin di setiap OPD, kalau ada rapat atau konsumsi yang berupa air minum, semuanya saya arahkan ke Kayanku,” tegas Bupati.

‎​Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari aktivitas sosial hingga olahraga untuk beralih dan mencintai produk lokal Bumi Tenguyun ini.

‎​Jaminan Higienitas Tinggi dan Uji Lab Berkala

‎​Menjawab tantangan soal kualitas, Syarwani memastikan bahwa AMDK Kayanku telah melewati proses sterilisasi dan uji laboratorium yang ketat.

‎Pemantauan dilakukan menyeluruh, mulai dari pengelolaan air baku, proses masuk ke mesin AMDK, hingga pengemasan akhir.

‎​”Saya sudah ingatkan teman-teman di Danum Benuanta untuk memastikan keamanan dan higienitas produk benar-benar terjamin. Bahkan saya sampaikan, minimal tiga bulan sekali harus dilakukan pengecekan berkala dengan melibatkan institusi yang memiliki kewenangan uji laboratorium,” jelasnya.

‎Saat ini, AMDK Kayanku mengantongi kadar pH 6,7 yang dinilai sudah di atas standar kelayakan.

‎​Bidik Ritel Modern dan Pasar Kaltara

‎​Meskipun sasaran utamanya adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat Bulungan, Syarwani menargetkan AMDK Kayanku bisa segera merambah kabupaten/kota lain di Kalimantan Utara (Kaltara).

‎​Terkait ekspansi ke gerai ritel modern seperti Indomaret dan Alfamidi, Pemkab Bulungan akan mengandalkan PT Persada Bulungan Mandiri (BUMD) dalam skema operasionalnya.

‎Pemkab bahkan sudah menginstruksikan agar seluruh gerai modern di Tanjung Selor dan Bulungan wajib menyediakan etalase khusus bagi produk lokal.

‎​”Bukan hanya AMDK, tapi produk cokelat, buah-buahan lokal, dan produk UMKM lainnya harus bisa masuk ke gerai modern yang memperoleh izin operasional di Bulungan,” tambahnya.

‎​Untuk urusan ramah kantong, harga AMDK Kayanku dipastikan berada di bawah harga pasar AMDK konvensional yang biasa dikonsumsi masyarakat.

‎Unit usaha ini meluncurkan varian botol ukuran 330 ml (isi 24 botol per dus) seharga Rp 30.000 – Rp 36.000, varian 600 ml, serta produk air minum kemasan galon.

‎​Kapasitas Produksi Siap Dipacu 3 Shift

‎​Senada dengan Bupati, Direktur Utama Perumda Danum Benuanta, Eldiansyah, S.E menjelaskan bahwa sistem pengamanan dan filtrasi berlapis diterapkan sejak air berada di instalasi pengolahan air (IPA) PDAM sebelum akhirnya dialirkan ke mesin AMDK.

‎​Saat ini, kapasitas produksi pabrik mampu menghasilkan 2.400 botol per jam.

‎Eldiansyah menegaskan, pihaknya siap meningkatkan eskalasi produksi jika permintaan pasar terus melonjak.

‎​”Sama seperti perusahaan besar lainnya, pabrik kita ini sudah siap dipacu untuk beroperasi dalam tiga shift selama 24 jam penuh apabila demand (permintaan) dari masyarakat meningkat,” pungkas Eldiansyah menyudahi. (dsh/red)

Baca Juga  Jadi Pelopor di Kaltara, Pemda Bulungan Beri Jaminan Pasar Produk AMDK Perumda Danum Benuanta

Bagikan

Tags

Berita Terkait