Pemda Bulungan Luncurkan Program “Kayan Tradisian”, Beri Diskon Tarif Bagi Penyandang Disabilitas

Redaksi

BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM- Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si meluncurkan Kartu Disabilitas Bulungan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 3 Desember, di Ruang VVIP Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor pada rabu (3/12).

Kegiatan dirangkai dengan peluncuran program Kayan Transportasi Ramah Disabilitas dan Lansia (Kayan Tradisian) yang memberikan potongan harga (diskon) tiket speedboat bagi penyandang disabilitas dan lansia melalui kerjasama dengan para pengusaha speedboat di Bulungan.

Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada perangkat daerah dan organisasi terkait. Seperti Yayasan Faqih Hasan Centre dan Dinas Sosial yang menggagas Kartu Disabilitas Bulungan yang datanya langsung terhubung dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diampu oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Baca Juga  Ini Dia Poin Penting yang Harus Kamu Bawa Sebelum ke TPS 14 Februari 2024

Lalu Dinas Perhubungan yang meluncurkan program Kayan Tradisian yang memberikan manfaat bagi pemilik kartu tersebut.

Kegiatan turut diisi Sosialisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan pekerja bidang transportasi air mendapatkan perlindungan.

“Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kita agar tidak ada satu pun warga Bulungan yang tertinggal. Setiap warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegas Bupati.

Baca Juga  Fokus UU Desa Baru, DPMD Bulungan Gelar TOT Perubahan RPJMDes untuk Pendamping Desa

Diketahui, Yayasan Faqih Hasan Centre tercatat sebagai pengagas kartu disabilitas pertama di Kalimantan Utara dan ketiga di Indonesia, dan menjadi pemrakarsa program ini bersama pemerintah daerah tanpa menggunakan APBD. Bupati menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program super prioritas Kabupaten Bulungan: Siap Pro Lansia dan Disabilitas.

Bupati pun mengajak semua pihak — pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas dan masyarakat — untuk bersama membangun kesadaran bahwa aksesibilitas dan kesetaraan adalah kewajiban bersama.(adv/red)

Baca Juga  Bulungan Latih Pengurus dan Pengawas Kopdes Merah Putih

Bagikan

Tags

Berita Terkait