BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Keheningan pagi di aliran Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, mendadak pecah oleh teriakan histeris seorang bocah berusia 10 tahun, Senin (11/5/26).
Ahmad Syani, bocah tersebut, ditemukan warga tengah menangis di atas perahu yang hanyut ke tengah sungai, meratapi sang ayah yang sudah tak bernyawa akibat insiden maut.
Korban diketahui bernama Ismail (45), warga Teluk Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur. Ia ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah diduga tersengat arus listrik dari alat setrum ikan miliknya sendiri saat sedang melaut bersama putranya.
Saksi Mata: Ayah Terkulai, Kepala Masuk ke Air
Peristiwa memilukan ini terungkap sekitar pukul 05.50 WITA. Ahmad Syani yang baru saja terbangun dari tidurnya di bagian belakang perahu, mendapati sang ayah sudah dalam posisi terlentang di pinggir palka.
”Kondisi korban saat ditemukan cukup tragis. Kakinya masih tersangkut pada kabel setrum yang terhubung ke aki, sementara bagian kepalanya masuk ke dalam air di samping perahu,” ungkap sumber kepolisian berdasarkan keterangan saksi di lapangan.
Melihat sang ayah tak bergerak, bocah malang itu sempat berusaha mencabut kabel setrum dari aki dan memanggil-manggil ayahnya. Namun, tak ada respons.
Lantaran perahu terus hanyut terbawa arus hingga ke tengah sungai, Ahmad pun berteriak meminta pertolongan kepada warga di pesisir.
Evakuasi Dramatis di Tengah Sungai
Teriakan Ahmad didengar oleh Martina Liang (40), seorang pemancing yang berada di pinggir sungai. Bersama rekan-rekannya, Martina segera menghampiri perahu yang hanyut tersebut dan menyeretnya ke tepian.
”Anak itu bilang bapaknya kesetrum. Kami lihat korban sudah tidak bernyawa dengan posisi kaki tersangkut kabel. Kami langsung tarik perahunya ke pinggir dan melapor ke pihak kepolisian,” ujar Martina.
Tak lama berselang, Saparrudin, keponakan korban, tiba di lokasi setelah mendapat informasi dari rekan nelayan lainnya. Ia kemudian mengevakuasi jasad pamannya ke atas perahu untuk dibawa menuju rumah duka.
Dugaan Penyakit Kambuh
Kapolresta Bulungan melalui Ps. Kasat Intelkam melaporkan bahwa penyebab kematian diduga kuat akibat sengatan listrik dari alat tangkap ikan ilegal tersebut. Namun, muncul pula dugaan faktor kesehatan yang memperburuk keadaan.
Berdasarkan keterangan keluarga, Ismail diketahui memiliki riwayat penyakit lambung kronis.
Ada kemungkinan saat sedang menyetrum, penyakit korban kambuh secara tiba-tiba hingga ia pingsan. Saat itulah, kaki korban menyentuh kabel setrum yang masih aktif, hingga akhirnya ia terjatuh ke posisi yang menyebabkan gagal napas.
Keluarga Ikhlas, Tolak Autopsi
Meski kejadian ini mengejutkan, pihak keluarga korban memilih untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum. Barang bukti berupa aki dan rangkaian kabel setrum telah diamankan oleh pihak keluarga.
Sat Reskrim Polresta Bulungan telah memfasilitasi pembuatan Berita Acara Penyerahan Jenazah. Keluarga korban juga secara resmi menandatangani penolakan autopsi dan menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah murni.
”Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas. Jenazah telah diserahkan untuk proses pemakaman di Teluk Selimau,” tutup laporan tersebut.(dsh/red)





