Sosialisasi di Long Sam, Sri Nurhandayani: Remaja Mesti Berani Katakan ‘Tidak’ pada Tindakan Tidak Pantas

Redaksi

LONG SAM, TANJUNGNEWS.COM – Tantangan menjaga generasi muda di era digital semakin kompleks. Menyadari besarnya ancaman terhadap anak dan remaja, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, turun langsung ke lapangan untuk membentengi para remaja di wilayah hulu Bulungan.

Istri Bupati Bulungan tersebut menggelar aksi nyata lewat kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi (kespro) serta perlindungan dari kekerasan seksual di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Rabu (13/5).

Agenda krusial ini diikuti antusias oleh puluhan remaja, pihak sekolah, tokoh masyarakat, hingga perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Bulungan.

Bongkar Stigma Tabu demi Edukasi dan Perlindungan Diri

Dalam arahannya yang komunikatif, Sri Nurhandayani mengajak para remaja untuk lebih melek dan memahami pentingnya menjaga kehormatan diri. Ia menegaskan, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi bukan lagi hal yang tabu atau saru untuk didiskusikan, melainkan bagian penting dari pendidikan dan perlindungan diri.

“Kesehatan reproduksi itu bukan hal tabu untuk dipahami. Ini adalah bekal dan benteng agar anak-anak sekalian mampu mengambil keputusan yang benar, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan kalian,” tegas Sri Nurhandayani di hadapan para remaja Long Sam.

Di fase remaja, anak-anak dinilai mengalami lompatan perubahan yang signifikan, baik dari segi fisik, emosional, maupun sosial. Tanpa literasi kespro yang benar, remaja rentan salah arah dalam mengenali, menjaga, serta menghargai diri mereka sendiri.

Baca Juga  Kunjungan Kerja Wabup dan Sekda Kunjungi Long Buang, Serahkan Sertifikat hingga Diskusi Terbuka

Waspadai Ancaman Digital, Remaja Harus Tahu Cara Minta Tolong

Lebih dalam, Sri Nurhandayani memberikan peringatan keras terkait ancaman kekerasan seksual yang kian nyata. Di era sekarang, predator anak tidak hanya mengintai di lingkungan sekitar atau dunia nyata, melainkan sudah menyusup melalui media sosial dan dunia digital.

Oleh karena itu, ia meminta para remaja untuk membangun benteng pertahanan yang kuat melalui pergaulan yang sehat dan positif. Remaja dituntut memiliki karakter yang tegas untuk menjaga batasan tubuh mereka.

“Remaja mesti berani bersuara dan katakan TIDAK terhadap segala bentuk tindakan yang tidak pantas! Melalui kegiatan ini, kami juga mengedukasi mereka agar tahu ke mana dan bagaimana cara meminta pertolongan jika melihat atau mengalami tindakan yang menjurus ke arah kekerasan,” imbuhnya.

Di akhir kegiatannya, Ketua PKK Bulungan ini juga menitipkan pesan kepada para orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah di Desa Long Sam untuk tidak kendor dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, proteksi terbaik bagi anak-anak adalah pendampingan yang intens dan komunikasi yang hangat di dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.(adv)

Baca Juga  Visi Misi Sejalan dengan Asta Cita Preseiden Prabowo, Bupati Optimis Bulungan Capai Kadulatan Pangan

Bagikan

Tags

Berita Terkait