BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan Jalan Bukit Indah (SP 6), Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Respons cepat langsung ditunjukkan personel Direktorat Samapta (Dit Samapta) Polda Kalimantan Utara untuk memadamkan kobaran api yang kembali muncul pada Selasa (11/8/26) siang.
Padahal, lahan gambut seluas 11,5 hektare tersebut sebelumnya telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Senin (10/8/26).
Namun, kondisi cuaca dan karakter tanah gambut membuat titik api baru kembali menyala di sekitar lokasi.
Direktur Samapta Polda Kaltara, Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., mengungkapkan bahwa begitu menerima laporan adanya api susulan, pihaknya langsung mengerahkan puluhan personel ke lokasi kejadian.
”Mendapat informasi tersebut, sebanyak 65 personel Dit Samapta Polda Kaltara yang dipimpin IPDA Budi Prayitno langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama BPBD dan instansi terkait,” ujar Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya.
Di lapangan, petugas gabungan bahu-membahu melakukan upaya pemadaman, penyekatan, hingga proses cooling down (pendinginan) dan penyisiran. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisa bara atau titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Hadapi Medan Gambut dan Pasokan Air Sejauh 1,5 KM
Proses pemadaman kali ini tidak berjalan mudah. Petugas di lapangan harus berhadapan dengan medan yang terjal, kondisi tanah gambut yang menyimpan panas di dalam tanah, serta keterbatasan sumber air di sekitar area kebakaran.
Bahkan, untuk menjangkau titik api yang jauh dari akses armada, personel harus bekerja ekstra dengan memanjang selang pemadam (fire hose) hingga mencapai sekitar 1,5 kilometer dari sumber air.
Dalam operasi ini, Dit Samapta Polda Kaltara menurunkan berbagai peralatan lengkap penanggulangan karhutla, mulai dari unit kendaraan Karhutla, Armoured Water Cannon (AWC), truk pengangkut air, mesin pompa, backpack pump, hingga peralatan manual seperti sekop dan cangkul.
Seluruh personel juga dibekali alat pelindung diri (APD) standar keselamatan.
Berkat kesigapan personel dan sinergitas yang kuat antarinstansi, titik api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area sekitarnya.
Kombes Pol Andreas menegaskan bahwa hingga pemadaman selesai, situasi di lokasi dipastikan aman dan terkendali tanpa ada korban jiwa maupun luka-luka. Kendati demikian, tim gabungan bersama pengelola lahan akan terus melakukan pemantauan berkala.
”Pihak kami bersama instansi terkait dan pengelola lahan akan terus melakukan pemantauan di area tersebut guna mengantisipasi munculnya kembali titik api,” pungkasnya. (dsh/red)





