BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Pihak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Tanjung Selor akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden penagihan yang melibatkan oknum karyawan di BRI Unit Kabupaten Tana Tidung.
Pihak manajemen memastikan proses penyelesaian kini tengah berjalan dengan mengedepankan pendekatan komunikatif bersama lembaga adat setempat dan debitur terkait.
Pemimpin Cabang BRI Tanjung Selor, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan mengumpulkan informasi dari seluruh pihak yang terlibat guna mendudukkan perkara secara objektif.
”Dapat kami sampaikan bahwa BRI telah meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Komunikasi antara para pihak, termasuk dengan pihak Adat Tana Tidung, masih terus berlangsung sebagai bagian dari proses penyelesaian permasalahan,” tegas Muhammad Farhan dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/26).
Ia menekankan, pihak manajemen BRI Tanjung Selor secara intensif terus memantau dinamika perkembangan kasus ini di lapangan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan ruang dialog tetap terbuka sehingga suasana kondusif di tengah masyarakat Tana Tidung tetap terjaga.
Tak sekadar membuka ruang komunikasi, manajemen BRI juga menegaskan komitmen integritas lembaga perbankan tersebut.
Farhan menyebutkan, proses evaluasi internal berjalan secara ketat untuk melihat ada atau tidaknya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) maupun etika dalam peristiwa penagihan tersebut.
Apabila dari hasil investigasi dan klarifikasi ditemukan adanya indikasi penyimpangan, manajemen tidak akan segan-segan menjatuhkan tindakan disiplin tegas sesuai dengan aturan internal instansi.
”BRI tidak mentolerir pelanggaran kode etik, tindakan kekerasan, maupun perilaku yang bertentangan dengan standar profesionalisme perusahaan,” pungkas Farhan.(Adv/red)





