‎Bantu Korban Asap Karhutla, PMI Kaltara Pasok Oksigen Konsentrator ke Malinau

Redaksi

MALINAU, TANJUNGNEWS.COM – Laju penyebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara mendapat atensi serius Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara.

‎Benteng pelayanan kesehatan bagi warga terdampak pun langsung diperkuat.

‎​PMI Kaltara bergerak cepat menyalurkan bantuan dua unit oksigen konsentrator kepada PMI Kabupaten Malinau, Sabtu (5/9). Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si.

Baca Juga  Semarak HUT ke-81 RI, Asisten I Lepas Ratusan Pelajar Peserta Gerak Jalan di Malinau

‎​Langkah taktis ini disiagakan untuk mengantisipasi melonjaknya gangguan pernapasan, baik pada masyarakat umum maupun tim satgas karhutla yang berjibaku di lapangan.

‎​”Dukungan oksigen konsentrator ini merupakan bentuk kesiapan PMI dalam membantu masyarakat maupun petugas yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap,” tegas Risdianto.

‎​Atas bantuan tersebut, Risdianto menginstruksikan PMI Kabupaten Malinau untuk segera mengoperasikan Ruang Oksigen PMI. Layanan kemanusiaan ini disiap-siagakan secara gratis bagi siapa saja yang mengeluhkan sesak napas.

Baca Juga  Jadi Pembicara di Podcast Tempo, Bupati Wempi: Kita Ingin Malinau Maju Tanpa Kehilangan Jati Diri

‎​Sejauh ini, fasilitas serupa baru berjalan optimal di PMI Kota Tarakan. Risdianto pun mendorong markas PMI atau Unit Donor Darah (UDD) di kabupaten/kota lain yang memiliki fasilitas representatif untuk menyusul membuka layanan serupa.

‎​”PMI Provinsi akan terus mendukung dan mendistribusikan oksigen konsentrator kepada PMI kabupaten/kota yang membutuhkan,” tambahnya.

‎Logistik oksigen konsentrator ini sendiri disokong langsung oleh PMI Pusat guna menyokong respons kemanusiaan di wilayah Kaltara.

Baca Juga  ‎Sasar Balap Liar Dini Hari, Satlantas Polres Malinau Amankan Belasan Remaja dan Motor Knalpot Brong‎

‎​Di sisi lain, Risdianto menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menyetop praktik pembakaran lahan yang memicu pekatnya kabut asap.

‎ Warga juga diimbau selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

‎​”Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Mari tidak membakar hutan dan lahan serta menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi,” pungkasnya.(dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait