BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan terus menggalakkan Lomba RT Bersih sebagai strategi utama untuk mentransformasi perilaku masyarakat menjadi lebih peduli lingkungan.
Program yang mencakup 3 kelurahan, Tanjung Selor Hulu, Kelurahan Hilir dan Kelurahan Timur dengan sekitar 166 RT wilayah kota, sebagai obyek penilaian.lang menjadi indikator penting sebagai wajah Kota Tanjung Selor.
Kepala DLH Kabupaten Bulungan, H. Ismail, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa Lomba RT Bersih memiliki tujuan lebih besar dari sekadar kompetisi.
“Lomba RT Bersih ini adalah salah satu kiat kita untuk menggugah perilaku masyarakat yang hidup bersih. Secara global mencakup sekitar 166 RT di tiga kelurahan diwilayah kota. Pemberian reward untuk juara satu, dua, dan seterusnya, itu hanya pendorong,” ujar H. Ismail.
Beliau menekankan bahwa DLH telah menerapkan pola pemantauan khusus yang dilakukan secara kontinu oleh tim penilai di lapangan.
Hal ini bertujuan agar penilaian tidak terfokus pada momen penjadwalan saja, sehingga mencegah adanya upaya bersih-bersih mendadak oleh warga.
”Kita punya kiat untuk merekam jejak lingkungan mereka. Dengan begitu, kita tidak terjebak di momentum ketika dilakukan penilaian langsung buru-buru bersih. Kami mencari yang terbaik hingga yang terjelek, ada reward, tapi juga ada punishment,” tegasnya.
Menyinggung target Adipura, H. Ismail menyatakan bahwa penghargaan tersebut bukan merupakan tujuan akhir, melainkan konsekuensi logis dari kerja keras dan kesadaran lingkungan yang merata.
“Kita optimis bis raih Adipura, meski sebenarnya bukan tujuan utama, tapi akibat dari apa yang telah kita lakukan. Kita selalu berbuat, ada penilaian atau tidak, kita tetap berbuat bagaimana lingkungan kita bersih dan hijau,” katanya.
Berbagai upaya menyadarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kehijauan lingkungan telah dilakukan di semua lini, mulai dari imbauan kolektif melalui kelurahan untuk disampaikan ke seluruh RT wilayah perkotaan termasuk instansi pemerintah dan swasta.
Selain itu, Kadis DLH mengakui Pasar Induk menjadi focal point dengan nilai bobot yang signifikan dalam penilaian Adipura yang secara bertahap telah ditangani Pemda Bulungan.
Terkait pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), H. Ismail menilai kondisinya sudah lumayan optimal.
Selain komposting, perhatian khusus DLH Bulungan diberikan pada penanganan sampah plastik dengan melakukan pembelian Eco Brick dari masyarakat.
“Konsen terbesar kita adalah penanganan sampah plastik. Kita juga ada program pembelian Eco Brick untuk menggugah masyarakat mengelola sampah,”pungkasksanya (red)





