Investasi Melejit Rp 20,8 Triliun, Bulungan Job Fair 2026 Buka 600 Lowongan Kerja

Redaksi

BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi membuka Bulungan Job Fair 2026 yang mengusung tema “Bermartabat dengan Bekerja” bertempat di Gedung Wanita Tanjung Selor,  Selasa (9/6/26).

Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si didampingi Wakil Bupati Kilat, A.Md membuka secara langsung kegiatan tersebut menyatakan, jika kegiatan tersebut menjadi angin segar bagi para pencari kerja di Bumi Tenguyun.

Sebanyak 23 perusahaan dari berbagai sektor swasta turut berpartisipasi dengan menyediakan sedikitnya 600 lowongan pekerjaan.

Saat diwawancarai awak media, Bupati Bulungan Syarwani memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bulungan beserta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang telah berkolaborasi menyukseskan acara ini.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa menyampaikan informasi terkait potensi, preferensi, dan lowongan pekerjaan yang ada di Kabupaten Bulungan yang disediakan oleh teman-teman pelaku usaha sektor swasta,” ujar bupati.

Bupati Syarwani mengungkapkan, ketersediaan lowongan kerja ini tidak lepas dari melesatnya pertumbuhan investasi di Kabupaten Bulungan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga  Konferkab PWI Bulungan ke-1, Fathu Rizqil Mufid Terpilih Jadi Ketua

Ia memaparkan kilas balik pertumbuhan investasi yang sangat signifikan sejak tahun 2020.

‎”Di tahun 2020, investasi yang ada di Bulungan itu kurang lebih Rp 1,5 triliun, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Nah, melompat ke tahun 2025 yang lalu, realisasi akumulatif kita mencapai Rp 20,8 triliun,” bebernya.

‎Angka Rp 20,8 triliun di tahun 2025 tersebut bahkan melampaui target yang ditetapkan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk Kabupaten Bulungan sebesar Rp 14,5 triliun, maupun target internal melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan yang berada di angka kisaran Rp 3 triliun.

‎Rincian realisasi 2025 tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp 12,8 triliun dan PMDN sebesar Rp 8 triliun.

Tren positif ini berlanjut di tahun 2026, pada triwulan pertama tahun 2026, total investasi yang sudah masuk ke Kabupaten Bulungan telah menyentuh angka kurang lebih Rp 10 triliun, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Baca Juga  ‎Tinjau Progres Guest House di Tanah Kuning, Bupati Syarwani: Jadikan Pusat Pelayanan Publik dan Pariwisata


‎​”Padahal target yang ditetapkan provinsi ke kita untuk tahun 2026 ini kurang lebih Rp 16 triliun, dan target internal DPMPTSP sekitar Rp 14 triliun. Di triwulan pertama saja kita sudah mencapai Rp 10 triliun,” tambahnya optimis.


‎​Meski peluang kerja terbuka lebar, Bupati Syarwani mengingatkan adanya tantangan besar terkait kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja lokal.


‎Oleh karena itu, Job Fair ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berbagi info lowongan, tetapi juga wadah sharing informasi jangka panjang.


‎​”Tadi dalam sambutan  saya sampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja sampai 5 tahun ke depan. Kita harus mengantisipasi ini agar anak-anak di Bulungan bisa kita siapkan langkah-langkahnya supaya kompetensinya sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja,” jelasnya.

Baca Juga  Peringati HUT Korpri ke 54, Bupati Pesan ASN Jadi Penggerak Transformasi Digital Pemerintahan


‎​Jika dibutuhkan kualifikasi khusus yang belum tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Kaltara saat ini, Pemkab Bulungan siap mengambil langkah taktis, termasuk bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengirim pemuda Bulungan mengikuti pelatihan di luar daerah.


‎​”Tujuannya jelas, kita ingin mengantisipasi dan menekan laju angka pengangguran terbuka yang ada di Kabupaten Bulungan,” tegas Syarwani.


‎​Melihat antusiasme dan besarnya dampak positif kegiatan ini, Bupati Syarwani berharap ke depan kegiatan serupa dapat digelar dengan skala yang lebih luas.


‎​”Ini adalah ruang sinergi dan kolaborasi bersama. Ke depan saya berharap ini bisa jauh lebih besar. Bahkan jika dimungkinkan dan ada momentum yang bagus, tidak mesti setahun sekali, kita bisa laksanakan dalam skala yang lebih luas lagi,” pungkasnya. (dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait