BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM–
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., mengonfirmasi adanya perkembangan positif dan signifikan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi.
Salah satu tenant utama, yakni Kalimantan Aluminium, dipastikan akan memulai produksi pada tahun 2026.
Syarwani menyebut, dirinya telah melihat langsung, progres di lapangan yang menunjukkan percepatan pembangunan.
”Saya lebih dari setahun, kurang lebih, tidak ke sana, dan memang ada progres yang sangat signifikan,” ujar Syarwani.
”Kita juga dapat penjelasan dari salah satu tenant, yaitu Kalimantan Aluminium, Insya Allah di tahun depan, itu sudah mulai produksi.”tambahnya.
Dari tinjauan lapangan bersama gubernur dan instansi terkait lainnya, bupati mengatakan komisioning dimulai akhir tahun 2025.
”Tahun ini di Desember komisioning lah istilahnya. Dan itu kita dorong, dan mudah-mudahan, harapan kita nanti bisa memancing hadirnya tenant-tenant baru lain yang memang sudah ada di dalam kawasan tersebut,” ujarnya.
Dirinya berharap mulainya produksi aluminium di kawasan KIPI akan menjadi katalisator bagi investasi lain untuk segera merealisasikan kegiatannya di KIPI.
Kapasitas Produksi Bertahap Capai 1,5 Juta Ton
Syarwani menjelaskan bahwa produksi aluminium tidak akan langsung mencapai kapasitas penuh, melainkan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase.
”Target akhirnya itu, dia kan ada tiga tahapan. Tahap pertama itu 500 (ribu ton), tahap keduanya ditambah 500 (ribu ton), tahap ketiganya itu jadi 500 (ribu ton). Jadi sekitar 1,5 juta ton kapasitas produksinya,” terang Syarwani.
Produksi bertahap ini diperlukan karena mempertimbangkan banyak faktor, terutama yang menyangkut ketersediaan infrastruktur dan energi.
Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Lebih lanjut, Syarwani menekankan kembali pentingnya aspek pemberdayaan masyarakat lokal, mengutip arahan yang disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Utara sebelumnya.
“Terutama aspek yang berkaitan dengan pemberdayaan anak-anak lokal Kalimantan Utara, khususnya kita yang ada di Bulungan, dan lebih khusus lagi bagi warga masyarakat yang ada di desa sekitar kawasan,” tegasnya.
Pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa tenaga kerja lokal benar-benar terakomodasi di dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan kawasan industri tersebut.
Selain itu, Pemkab juga mendorong pemberdayaan para sektor swasta lain untuk bermitra dengan pengelola kawasan dalam menjalankan kegiatan operasional dan pembangunan di KIPI.(dsh/red)





