BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperkuat komitmen pembangunan berbasis lingkungan.
Dalam rangkaian acara Retreat Kepala Desa se-Kabupaten Bulungan Tahun 2026, Pemkab Bulungan menggelar aksi penanaman pohon endemik bersama di kawasan Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Rabu (22/7/26).
Mengusung tema “Madu Ngempada Tenguyun Berdesa: Merajut Masa Depan Desa, Membangun Bulungan Berdaulat”.
Kegiatan ini tak sekadar simbolis, melainkan wujud nyata penguatan sinergi antara Pemkab Bulungan dan Pemerintah Desa dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pembangunan hijau berkelanjutan.
Kegiatan retreat yang berlangsung selama lima hari (19–23 Juli 2026) ini diikuti oleh 74 kepala desa dari seluruh penjuru Kabupaten Bulungan.
Selain menjadi ajang sinkronisasi program pembangunan daerah dan pusat, para kades juga dibekali penguatan kapasitas terkait tata kelola pemerintahan, kepemimpinan, hingga pengelolaan dana desa yang akuntabel.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kawasan Kebun Raya Bundayati seluas 86 hektar ini bukanlah sekadar milik pemerintah daerah, melainkan aset bersama seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan.
Selemgkapnya baca di:Tanjungnews.com
Hal itu dibuktikan dengan aksi unik para kades yang masing-masing membawa dan menanam bibit pohon buah endemik dari desanya masing-masing.
”Kehadiran 74 kepala desa hari ini dengan membawa pohon buah dari desanya masing-masing untuk ditanam di sini menandakan bahwa Kebun Raya Bundayati adalah milik seluruh masyarakat Bulungan,” ujar Bupati Syarwani.
Berbagai jenis tanaman lokal dan endemik Bulungan turut ditanam, mulai dari lengkeng hingga buah lapiu yang menjadi maskot utama Kebun Raya Bundayati.
Kawasan ini sendiri dikelola dan dirawat secara rutin oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan agar tanaman tumbuh dengan baik.
Tidak hanya berfokus pada kekayaan flora, Pemkab Bulungan juga menaruh perhatian besar pada kelestarian fauna endemik.
Beberapa waktu lalu, Pemkab Bulungan bekerja sama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Tarakan untuk melepasliarkan puluhan ekor burung endemik Kalimantan hasil sitaan.
”Belum lama ini kita juga melepasliarkan hampir 30 spesies burung endemik wilayah Bulungan hasil serahan dari Balai Karantina. Ke depan, spesies lain seperti rusa atau fauna khas Bulungan lainnya juga akan terus kita kembangkan di kawasan ini,” tambah Syarwani.
Aksi penanaman pohon dan pelepasliaran satwa ini diharapkan dapat menjadikan Kebun Raya Bundayati sebagai pusat edukasi, konservasi, sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Bulungan dalam menjaga warisan alam untuk generasi mendatang (dsh/red)





