Cetak Petani Muda Modern, 30 Warga dari 10 Desa di Peso Ikuti Sekolah Lapangan Agrokompleks

Redaksi

BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Program Sekolah Lapangan Agrokompleks yang digelar di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, terus menunjukkan tren positif.

‎Program pemberdayaan pertanian yang melibatkan lintas pihak ini dinilai memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas dan pola tanam para petani lokal.

‎​Kepala Desa Long Buang, Frans Dopit, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kegiatan pelatihan praktek lapangan tersebut telah berjalan sebanyak dua kali pertemuan dari total tujuh kali pertemuan yang direncanakan.

‎​”Sistemnya berjalan satu minggu hadir pelatihan dan satu minggu istirahat. Ini sudah berjalan dua putaran, dan minggu depan masuk ke pertemuan ketiga. Totalnya nanti ada kurang lebih tujuh kali pertemuan,” ujar Frans Dopit.

‎​

‎​Dikatakan, program sekolah lapangan tahap pertama diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari 10 desa di wilayah Kecamatan Peso.

‎Masing-masing desa mengutus tiga orang perwakilan untuk menimba ilmu pertanian modern.

‎​Tak hanya petani lokal, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari kalangan generasi muda, mahasiswa Universitas Kaltara (Unikaltar), hingga jajaran dari dinas terkait.

‎​Dengan materi pelatihan, peserta dibekali teknik pertanian teknis secara langsung, mulai dari pembedengan tanah menggunakan hand tractor, teknik menyemai bibit, metode penanaman, pemupukan yang tepat, hingga pola perawatan tanaman.

‎​Pendampingan ahli, proses pembelajaran didampingi langsung oleh tim ahli akademisi dari IPB University (IPB Bogor).

‎​Dukungan serta kolaboratif, kegiatan ini terlaksana atas sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Pertanian, serta pendampingan dari lembaga non-pemerintah melalui NGO Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

‎​
‎​Frans Dopit menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat dan antusiasme para peserta selama mengikuti seluruh tahapan materi.

‎Kehadiran para akademisi dan pendamping lapangan memberikan dorongan motivasi besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.

‎​”Manfaatnya sangat luar biasa bagi masyarakat, khususnya warga Desa Long Buang. Bahkan setelah menerima materi, sudah ada warga yang langsung menerapkannya di lahan masing-masing,”ulasnya.

‎​Melihat tingginya respons positif masyarakat, pihak pemerintah desa membuka peluang agar program edukasi pertanian berbasis praktik lapangan ini dapat diperluas jangkauannya pada masa mendatang untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat desa.(dsh/red)

Baca Juga  April Ekseskusi Fisik, 10 Kecamatan di Bulungan Jadi Prioritas Infrastruktur

Bagikan

Tags

Berita Terkait