Evaluasi Implementasi IAD Lanskap Kayan Bulungan, Kemenhut dan Kemendagri Turun ke Tanjung Selor

Redaksi

TANJUNG SELOR – Tim dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menggelar monitoring dan evaluasi (monev) terhadap implementasi Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Bulungan di Aula Benuanta BKPSDM, Tanjung Selor, Rabu (26/8).

Monev tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., dengan dihadiri jajaran perangkat daerah, mitra strategis, akademisi, serta instansi terkait. Bupati menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Bulungan merupakan amanah yang wajib dijaga dan dilestarikan demi generasi mendatang.

Baca Juga  Dies Natalis ke 16 Unikaltar, Bupati Ajak Kolaborasi Sukseskan Program Strategis Daerah

“Ada beberapa kegiatan IAD yang sudah dilakukan sejak 2023, tentu masih belum sempurna tapi akan terus dilakukan perbaikan dan penataan,” ujar Syarwani.

Pelaksanaan IAD Lanskap Kayan Bulungan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial. Di tingkat daerah, komitmen tersebut diperkuat dengan memasukkan IAD Lanskap Kayan Bulungan ke dalam koridor pembangunan barat dan selatan pada RPJMD 2025–2029.

Baca Juga  Bupati, Ketua DPRD, Sekda Lepas Jemaah Umrah Bulungan

Realisasi dan Program Pendukung IAD Bulungan:

Alokasi APBD: Kucuran anggaran lebih dari Rp800 juta untuk pengembangan sektor peternakan di Lanskap Kayan.

Insentif & Pembiayaan: Program alokasi dana transfer berbasis ekologi (TAKE) Bulungan Hijau serta akses Kredit Mesra bagi pelaku UMKM desa.

Agrokompleks & Tani Nelayan Center: Fasilitas pusat belajar hasil kolaborasi dengan IPB dan Universitas Kaltara, didukung program MADYA (Muda Berdaya, Muda Berkarya) yang melibatkan pemuda dari 10 desa di Kecamatan Peso.

Baca Juga  Konferkab PWI Bulungan ke-1, Fathu Rizqil Mufid Terpilih Jadi Ketua

“Jadi IAD di Kabupaten Bulungan tidak hanya desain, tapi sudah ada implementasi di lapangan,” tegas Bupati.

Meski demikian, Syarwani tak menampik adanya hambatan konektivitas infrastruktur jalan dan telekomunikasi. Untuk masalah jaringan, Pemkab menyalurkan unit Starlink melalui program Desa Pintar Desa Digital. Sementara untuk akses darat Tanjung Selor–Peso sepanjang 100 kilometer, pembenahan titik-titik jalan terus didorong guna mempermudah rantai distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kawasan hutan.(dsh)(dsh)

Bagikan

Tags

Berita Terkait