BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) terus berupaya meningkatkan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat dan para pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor.
Pada tahun 2026 ini, fokus penataan dilakukan melalui proyek pembangunan pagar keliling kawasan pasar.
Kepala Disperindagkop Kabupaten Bulungan, Sayid Abdurahman Saleh, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil tidak hanya untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga demi menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan pasar secara menyeluruh.
”Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan memfasilitasi para pedagang. Selain untuk optimalisasi PAD, pemagaran ini penting bagi keamanan dan ketertiban teman-teman di pasar,” ujar Sayid Abdurahman Saleh, Rabu (7/10/26)
Ia tidak menampik sempat muncul kendala di lapangan akibat kurangnya sosialisasi awal kepada para pedagang.
Namun, pihak dinas telah melakukan pendekatan secara intensif melalui beberapa kali pertemuan, termasuk memfasilitasi mediasi bersama jajaran DPRD Bulungan.
”Alhamdulillah, melalui pendekatan dan dialog beberapa kali, masalah tersebut sudah terselesaikan dengan baik,” tambahnya.
Akses Pintunya Termasuk Portal Gate
Secara teknis, proyek pemagaran ini mencakup pembuatan tujuh pintu akses utama.
Rinciannya, tiga pintu berfungsi sebagai akses keluar-masuk (dua pintu masuk di sisi timur dan barat, serta satu pintu keluar di area Jalan Kartini bagian belakang), sementara empat pintu lainnya disiagakan sebagai pintu darurat.
Proyek fisik yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas portal gate modern di titik masuk.
Langkah ini sekaligus mendukung penerapan digitalisasi retribusi parkir guna meminimalisasi kebocoran pendapatan.
Optimis PAD Meningkat
Terkadai realisasi retribusi, Sayid mengungkapkan PAD pasar berada di kisaran Rp400 juta hingga Rp500 juta per tahun.
Meski per pertengahan tahun ini realisasi baru menyentuh angka sekitar Rp200 juta, ia optimis dengan tata kelola baru berbasis digital, potensi penerimaan akan lebih optimal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
”Bagi kami PAD penting, tapi pelayanan serta fasilitas untuk masyarakat tetap jadi yang utama. Harapannya dengan adanya digitalisasi retribusi parkir, pengawasan jauh lebih terkontrol dan PAD pasar bisa meningkat,” tegasnya.
Dikatakam, pihak Dinas PU menargetkan pengerjaan fisik pemagaran kawasan Pasar Induk Tanjung Selor ini rampung sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.(dsh/red)





