BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Kemeriahan tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat Kabupaten Bulungan resmi bergulir. Festival Sungai Kayan 2026 yang dipusatkan di sepanjang aliran Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan, dijadwalkan berlangsung selama 4 hari, mulai Rabu (14/10/26) hingga puncaknya pada Minggu (18/10/26).
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., mengundang seluruh lapisan masyarakat Bulungan dan Kaltara maupun daerah tetangga untuk hadir menyemarakkan ajang berskala regional ini.
”Mulai hari ini sampai nanti di hari Minggu finalnya, ini merupakan kesempatan kita untuk bisa saling bersilaturahmi sesama warga masyarakat Kalimantan Utara,”ujarnya di lokasi kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, bupati mengundang seluruh warga di manapun berada untuk sama-sama hadir di Tanjung Selor menyaksikan Festival Sungai Kayan.
Antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ketiga secara berturut-turut ini melonjak tajam.
Bupati mengungkapkan, tercatat ada 122 pendaftar perahu dengan total kurang lebih 3.500 pendayung putra dan putri yang berkompetisi di tiga kelas utama, yakni Kelas 20, 30, dan 50 pendayung.
Tak hanya dari lokal Kabupaten Bulungan, peserta juga datang dari luar daerah. Salah satunya dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang ikut menerjunkan timnya pada kategori open Kelas 50 pendayung.
”Ini yang kita apresiasi, semangat kebersamaan dan kecintaan sesama warga masyarakat yang mencintai olahraga dayung tradisional. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana pemersatu bagi seluruh masyarakat,” tambahnya
Bupati menegaskan, pihaknya tidak terlalu terfokus pada masuknya Festival Sungai Kayan Bulungan pada Calendar of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Namun Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) berkomitmen menjadikan Festival Sungai Kayan sebagai agenda rutin tahunan.
Hal ini guna melestarikan tradisi pembuatan dan latihan perahu tradisional yang sudah mengakar sejak lama di Bulungan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Bulungan melakukan sejumlah evaluasi dan pembenahan.
Tahun ini, festival tak hanya menyuguhkan pacu perahu tradisional, tetapi juga panggung seni dan hiburan musik dari seniman serta musisi muda lokal Kaltara.
”Tahun ini ada beberapa tambahan. Bukan hanya lomba perahu, tapi juga pergelaran seni musik tradisional. Terima kasih kepada saudara saya Uyau Morris yang hadir langsung memeriahkan kegiatan ini. Di hari-hari berikutnya, musisi dan seniman lokal Bulungan juga kita berikan panggung untuk menambah kemeriahan,” terang Syarwani.
Selain menyuguhkan hiburan rakyat, gelaran ini turut memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop) Bulungan, tercatat tidak kurang dari 130 UMKM yang berpartisipasi di sepanjang jalur festival, mulai dari depan Pelabuhan VIP hingga ke arah Kampung Arab.
”Dengan demikian terjadi perputaran uang, ada interaksi, dan ada silaturahmi yang terbangun melalui momentum Festival Sungai Kayan 2026 ini,” pungkasnya (dsh/red)





