Buka Turnamen Mahyong, Bupati: Jadikan Perekat Kebersamaan dalam Membangun Bulungan

Redaksi

PERMAINAN TRADISIONAL: Bupati Bulungan saat membuka turnamen Mahyong dalam rangkaian kegiatan Imlek 2574 tahun 2024 di Aula Klenteng Ta Pek Kong, Tanjung Selor.
PERMAINAN TRADISIONAL: Bupati Bulungan saat membuka turnamen Mahyong dalam rangkaian kegiatan Imlek 2574 tahun 2024 di Aula Klenteng Ta Pek Kong, Tanjung Selor.

BULUNGAN-TANJUNGNEWS.COM- Masih dalam rangkaian kegiatan peringatan Imlek dan Capgomeh 2574 Tahun 2024. Paguyuban masyarakat Tionghoa Kabupaten Bulungan menggelar turnamen permaninan tradisional Mahjong (Mahyong) bertempat di Aula Klenteng Ta Pek Kong, Tanjung Selor.

Bupati Bulungan, Syarwani.,S.Pd.,M.Si yang juga Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bulungan mengapresiasi terselenggaranya turnamen tersebut. Acara itu diikuti sejumlah peserta dari Kaltara dan juga perwakilan dari Kabupaten Berau, Kaltim.

Tak lupa dirinya mengucapkan selamat memperingati tahun baru imlek pada segenap warga Tionghoa di Bulungan.

“Kepada seluruh masyarakat Tionghoa di Kabupaten Bulungan, orangtua saya saudara saya. Selamat tahun baru Imlek 2574 tahun 2024, semoga tahun ini kita bersama-sama mencapai kesejahteraan, kebahagiaan dan kemakmuran,”ungkapnya belum lama ini.

Baca Juga  Safari Ramadan 1445 Hijriah di Kecamatan Sekatak, Bupati Serahkan Bantuan Perikanan, Hibah dan BLT

Mahjong adalah sebuah permainan strategi berasal dari Cina. Permainan ini serupa rummy, tetapi dimainkan dengan batu (tile). Permainan ini biasanya dimainkan 4 orang, walaupun juga bisa dengan 3 orang.

Permainan ini menuntut kecakapan, strategi, kecerdasan, kalkulasi, dan peruntungan. Tergantung pada variasi permainannya, faktor keberuntungan bisa kecil atau dominan. Di Asia, Mahyong adalah permainan yang populer untuk permainan komputer.

Tujuan permainan ini adalah membangun seri yang lengkap (biasanya tiga set) dari 13 atau 16 batu. Orang pertama yang mencapai tujuan ini adalah pemenangnya.
Batu yang menang melengkapi serinya menjadi 14 atau 17 batu.

Baca Juga  IPM Bulungan Capai 73,20 Indikator Keberhasilan Pemerataan Pembangunan

“Melalui turnamen ini semoga menjadi perekat kebersamaan, persatuan dan kekompakan kita dalam berkontribusi membangun Bulungan dari berbagai sendi kehidupan,”terangnya.

Bupati mengatakan, tidak ada masyarakat tertentu yang diistimewakan di Bulungan semua memiliki kedudukan yang sama termasuk warga Tionghoa bersatu membangun masyarakat yang harmoni.

“Tidak ada masyarakat kelas satu (diistimewakan) di Bulungan. Kita semua adalah warga masyarakat Kabupaten Bulungan, yang memiliki kedudukan yang sejajar, untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan,”jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Hendi Darmawan, Ketua Paguyuban Warga Tionghoa Kabupaten Bulungan juga turut mengucapkan terimakasih pada panitia turnamen dalam beberapa tahun terakhir saat perayaan Tahun Baru Imlek menggelar turnamen Mahjong.

Baca Juga  Hari Ini Pemkab Bulungan Mulai Bayarkan THR - ASN

“Terimakasih pada panitia yang selama tiga tahun berturut mengadakan turnamen mahjong. Ini merupakan langkah awal, mendukung rencana menjadikan sekitar klenteng kawasan pecinan. Nantinya berbagai permainan tradisional Tionghoa akan diperkenalkan ke masyarakat umum,”terangnya.

Mahjong merupakan permainan olah pikir, seperti catur, bridge dan lain sebagainya. Nantinya permainan ini akan dibuka secara umum, seminggu sekali di sekitar klenteng. Sehingga masyarakat boleh bergabung, bagaimana permainan ini.


“Kelak ada alkulturasi budaya, agar masyarakat umum mengetahui dan memainkan salah satu permainan yang menarik dari budaya Tionghoa. Pertandingan Mahjong ini sebagai perekat silaturahmi, antar masyarakat Bulungan sehingga terciptanya masyarakat yang harmoni dan saling menghargai,”tuntasnya. (dsh/red)

Bagikan

Berita Terkait