BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM- Dari 15 program prioritas Kabupaten Bulungan sektor pertanian menjadi salah satu yang terus di genjot produktivitasnya, selain selaras dengan Asta Cita Ketahanan Pangan Nasional juga merupakan mimpi besar menjadikan Bulungan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd.M.Si mengatakan, keseriusan Pemkab Bulungan mendorong produktivitas sektor pertanian tergambar dalam 15 program prioritas, salah satunya program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Mandau Tani).
“Mandau Tani merupakan upaya integrasi pembangunan pertanian dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran hasil pertanian) untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Alhamdulillah program ini sejalan dengan Asta Cita Ketahanan Pangan Nasional,”ungkapnya.
Langkah nyata Pemda Bulungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, dengan memberikan bantuan benih padi berkualitas, peningkatan luas area tanam hingga bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan).
Tercatat untuk program Jalan Usaha Tani dari tahun 2022 hingga 2024 mencapai 102,8 kilometer. Dengan rincian tahun 2022 sepanjang 26 kilometer, tahun 2023 sepanjang 45 kilometer, tahun 2024 sekitar 31,8 kilometer.
Sedangkan target bantuan benih tahun 2025 mencapai 13.383 hektare, untuk bantuan Alsintan hingga 2025 pompa air untuk pengairan sawah mencapai 247 unit, traktor roda 2 mencapai 47 unit, hands prayer 1.225 unit serta tresher 21 unit.
Untuk program hilirisasi produk pertanian, Pemda Bulungan telah melakukan langkah-langkah nyata petani didorong tidak hanya menghasilkan gabah tapi bagaimana diproses menjadi beras dalam kemasan sehingga bernilai ekonomis tinggi.
“Tahun 2024 kita telah subsidi peralatan baik rice milling (mesin giling), dryer (alat pengering padi) di wilayah Sajau Hilir dan Alhamdulilah berjalan dengan baik,”ujarnya.
Selain itu, untuk memperluas program hilirirasi produk pertanian Pemda Bulungan juga telah membangun kerjasama dengan sektor swasta terutama yang bergerak dibidang hilirisasi produk pertanian.
“Memang mimpi kita dengan konsep Madau Tani, kita ingin jadikan Kabupaten Bulungan sebagai lumbung panganya Kalimantan Utara,”tegasnya.
Dari data keseluruhan, produksi gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Bulungan menunjukkan fluktuasi yang signifikan selama periode 2021 hingga 2024.
Pada tahun 2021, total produksi mencapai 13.011 ton. Bulan dengan produksi tertinggi adalah Maret, yaitu 4.448 ton, sedangkan produksi terendah tercatat pada bulan Mei dengan hanya 45 ton.
Namun, pada tahun 2024, produksi menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup baik dengan total produksi mencapai 11.933 ton. Angka ini mendekati level produksi tahun 2022. Peningkatan signifikan terlihat pada bulan Januari, di mana produksi mencapai 1.338 ton. Bulan dengan produksi tertinggi pada tahun ini adalah Februari dengan 4.080 ton, sementara bulan April menjadi bulan dengan produksi terendah, yaitu 48 ton.
Kesimpulannya, meskipun sempat mengalami tren penurunan dari tahun 2021 hingga 2023, produksi GKG di Kabupaten Bulungan berhasil pulih pada tahun 2024.
Puncak produksi cenderung terjadi pada awal tahun, yaitu antara bulan Januari dan Februari, sementara produksi terendah seringkali terjadi pada paruh kedua tahun.
Produksi beras di Kabupaten Bulungan menunjukkan fluktuasi yang signifikan dari tahun ke tahun dan juga antar-bulan. Secara keseluruhan, terlihat penurunan produksi pada tahun 2022 dan 2023 sebelum kembali meningkat di tahun 2024.
Namun, tren penurunan ini berhasil dibalik pada tahun 2024. Produksi beras kembali naik menjadi 7.074 ton, meskipun belum menyentuh angka tahun 2021. Peningkatan yang signifikan terlihat di bulan Januari (793 ton) dan Februari (2.419 ton).
Selain itu, tidak ada lagi bulan dengan produksi 0 ton, menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Produksi juga relatif tinggi pada akhir tahun, dengan Desember mencapai 603 ton.(red)





