Kasus Percobaan Rudapaksa Perawat: Direktur RSD Sostroatmodjo Pastikan Beri Sanksi Tegas!

Redaksi

BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Kasus dugaan percobaan pemerkosaan yang melibatkan sesama tenaga kesehatan (nakes) di RSD dr. H. Soemarno Sostroatmodjo, Tanjung Selor, memantik perhatian publik.

Insiden yang dikabarkan terjadi saat shift malam tersebut kini tengah ditangani serius oleh pihak manajemen rumah sakit dan aparat penegak hukum.

Direktur RSD dr. H. Soemarno Sostroatmodjo, dr. Widodo, akhirnya angkat bicara terkait isu yang viral di media sosial dan media massa tersebut.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Tambang: Dua Mantan Bupati Nunukan Kooperatif, Satu Mangkir

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan asusila maupun kekerasan di lingkungan kerja.

“Pada prinsipnya, kami berkomitmen penuh untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman. Tidak hanya bagi pasien yang datang berobat, tetapi juga bagi seluruh petugas yang mengabdi di sini,” ujar dr. Widodo dalam keterangan videonya, Sabtu (7/3).

Terkait proses hukum, Widodo menjelaskan bahwa kasus ini sudah masuk dalam ranah kepolisian.

Baca Juga  Tiga Bulan Buron, Tersangka Korupsi Aplikasi Pariwisata Kaltara Diringkus di Sulsel!

Pihak manajemen rumah sakit memilih kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada pihak berwajib untuk memastikan keadilan bagi korban.

“Saat ini kasus tersebut sudah diproses oleh penegak hukum. Kami mendukung penuh upaya penegakan hukum yang adil untuk semua pihak,” tegasnya.

Disinggung mengenai status kepegawaian terduga pelaku, Widodo memastikan ada konsekuensi berat yang menanti jika yang bersangkutan terbukti bersalah secara hukum. Manajemen tidak akan segan untuk menjatuhkan sanksi internal yang paling berat.

Baca Juga  Kecanduan Judi Online, Bendahara Koperasi PT PMI Gelapkan Uang Ratusan Juta

“Jika memang terbukti (bersalah), maka tentu kami akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami tidak main-main dengan keselamatan dan martabat staf kami,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi alarm bagi instansi pelayan publik di Bulungan untuk memperketat pengawasan, terutama pada jam operasional krusial seperti shift malam, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(dsh/red).

Bagikan

Tags

Berita Terkait