Hanya Pikir Cuan Abaikan Keamanan Penumpang Speedboat Andalas 7 Tanjung Selor – Tarakan Terpaksa Duduk di Tangga depan Toilet

Redaksi

BULUNGAN-TANJUNGNEWS.COM- Insiden memprihatinkan kembali mencoreng layanan transportasi air di Kaltara. Penumpang Speedboat Reguler SB Andalas VII rute Tanjung Selor menuju Tarakan pada keberangkatan Jumat (6/11/26) pukul 13.15 Wita harus merasakan pengalaman pelayaran yang jauh dari kata layak dalam melayani penumpang.

‎

‎​Bagaimana tidak, meski kondisi kabin speedboat sudah penuh sesak dan berdesak-desakan, pihak loket tetap saja menjual tiket kepada penumpang.

‎

‎Akibatnya, seorang penumpang lansia (nenek) bersama cucunya yang masih balita, serta seorang penumpang dewasa lainnya, terpaksa harus duduk hampir dua jam tepat di depan toilet umum speedboat dengan paparan bau yang menyengat sepanjang perjalanan.

Baca Juga  Disnakertrans Kaltara Gelar Pembinaan dan Sertifikasi SIO Alat Berat

‎

‎​Murdiah, salah satu penumpang yang menjadi korban dari buruknya layanan tersebut, meluapkan kekecewaannya kepada awak media.

‎

‎Ia menilai pengelola armada tidak memiliki empati, terlebih karena ia membawa anak kecil yang seharusnya mendapatkan prioritas kenyamanan.

‎

‎​”Kalau sudah penuh harusnya jangan lagi jual tiketnya. Kami juga gak buru-buru, masih ada beberapa keberangkatan speed lain di belakang. Kami bawa anak kecil,” ungkap Murdiah dengan nada kesal.

Baca Juga  Wujudkan Birokrasi Dinamis dan Profesional, BKD Kaltara Siapkan Nomenklatur Jabatan Pelaksana

‎

‎​Rawan Over Kapasitas dan Ancam Keselamatan

‎

‎​Praktik penjualan tiket melebihi kapasitas tempat duduk ini memunculkan dugaan kuat bahwa SB Andalas VII berlayar dalam kondisi over kapasitas.

‎

‎Kondisi muatan yang berlebih tentu menjadi ancaman serius bagi keselamatan pelayaran, khususnya saat armada harus menerjang gelombang perairan di tengah perjalanan menuju Tarakan.

‎

‎​Lemahnya pengawasan dari instansi berwenang di pelabuhan terhadap praktik semacam ini seolah memberikan ruang bagi pengelola armada untuk terus mengabaikan standar keselamatan demi meraup keuntungan sepihak.

Baca Juga  BKD Resmi Buka Profiling ASN di Lingkungan Pemprov Kaltara

‎

‎​Padahal, para penumpang telah merogoh kocek pembelian tiket sebesar Rp 150 ribu per orang untuk mendapatkan hak tempat duduk, perjalanan yang aman dan nyaman.

‎Namun yang didapat justru pelayanan yang mengecewakan.

‎​Kasus ini menjadi alarm keras bagi pihak-pihak terkait untuk segera memperketat pengawasan operasional speedboat reguler, agar keselamatan dan hak-hak dasar penumpang di pelayaran Tarakan-TanjungbSelor dan sebaliknya tidak terus-menerus terabaikan. (dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait