BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Niat mencari ikan yang seharusnya menjadi rutinitas biasa berubah menjadi duka mendalam bagi warga Desa Long Bia, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Seorang pria berinisial Y (40) dilaporkan hilang setelah perahu ketinting yang digunakannya terbalik di hantaman arus Sungai Kayan, tepatnya di wilayah Desa Long Peso, Selasa (10/3/26).
Insiden memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WITA. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan dan masyarakat setempat.
Kronologi Kejadian: Terhempas di Giram Raya
Berdasarkan keterangan saksi berinisial P yang berada di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat ia dan korban berangkat mencari ikan menggunakan perahu ketinting sekitar pukul 12.30 WITA.
Nahas, saat melintasi kawasan Giram Raya—area yang dikenal memiliki arus cukup menantang—perahu mereka tidak mampu bertahan menghadapi gelombang sungai yang mendadak menguat.
Pukul 12.30 WITA: Saksi dan korban berangkat mencari ikan.
Pukul 13.15 WITA: Perahu terbalik di kawasan Giram Raya.
Evakuasi Saksi: Saksi P berhasil diselamatkan oleh perahu KPP yang kebetulan melintas.
Kondisi Korban: Korban Y gagal tertolong karena derasnya arus dan langsung menghilang dari pandangan.
Respon Cepat Aparat
Kapolresta Bulungan melalui PS Kasubsi PDIM Sihumas, AIPDA Hadi Purnomo, membenarkan adanya laporan hilangnya warga di wilayah hukum Polsek Peso tersebut.
“Benar, kami menerima laporan adanya warga yang diduga tenggelam di Sungai Kayan. Saat ini personel Polsek Peso bersama Koramil dan masyarakat masih melakukan upaya pencarian terhadap korban di sepanjang aliran sungai,” tegas Hadi saat dikonfirmasi.
Pencarian Terkendala Cuaca Buruk
Upaya penyisiran yang dilakukan tim gabungan sejak siang hari terpaksa menemui hambatan teknis. Meski personel telah dikerahkan dengan peralatan seadanya dan bantuan perahu warga, faktor alam menjadi kendala utama di lapangan.
”Untuk sementara pencarian sempat ditunda karena kondisi cuaca di lokasi tidak mendukung; hujan turun disertai angin yang cukup kuat. Pencarian akan segera kami lanjutkan kembali setelah kondisi cuaca memungkinkan dan tetap mengutamakan keselamatan tim,” tambah Hadi.
Hingga saat ini, pihak keluarga dan warga desa masih menunggu kabar baik di pinggiran sungai. Aparat mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kayan untuk selalu waspada, mengingat debit air dan arus sungai yang seringkali berubah secara ekstrem. (dsh/red)





