TANJUNG SELOR – Gerakan pemberdayaan perempuan di Bumi Benuanta kembali mendapat suntikan energi baru. Pengurus Lembaga Perempuan Dayak (LPD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (25/5).
Acara bersejarah ini dihadiri langsung oleh Martina Kilat—istri Wakil Bupati Bulungan—serta Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Kaltara dan tokoh adat setempat.
Di bawah nakhoda Ketua LPD Kaltara yang baru, Kornie Serliany, lembaga ini diproyeksikan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Fokus utamanya mencakup akselerasi peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan hak perempuan dan anak, penguatan ekonomi keluarga berbasis UMKM, hingga penanganan stunting di tingkat tapak.
Bukan Sekadar Penonton, Wajib Jadi Motor Penggerak
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum LPD Nasional (LPDN), Ir. Nyelong Inga Simon. Dalam orasi anggunnya, Nyelong menegaskan bahwa kehadiran LPD merupakan gerakan kultural dan struktural untuk memperkuat martabat, melestarikan nilai-nilai luhur adat budaya, serta mendongkrak kualitas hidup perempuan Dayak di kancah modern.
“Perempuan Dayak tidak boleh lagi hanya menjadi penonton dalam dinamika zaman. Kita harus bangkit menjadi motor penggerak dan agen perubahan (agent of change) di berbagai sektor pembangunan,” tegas Nyelong Inga Simon menyemangati para pengurus.
Instruksi Pemprov Kaltara: Rangkul Semua Tanpa Sekat
Apresiasi dan harapan besar juga datang dari jajaran Pemerintah Provinsi Kaltara. Mewakili Gubernur, Asisten Administrasi Umum Pemprov Kaltara, Pollymaart Sijabat, SKM., MAP., menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan LPD Kaltara yang baru.
Pollymaart mengingatkan agar jajaran pengurus segera menyusun program kerja taktis yang menyentuh akar rumput. Ia menginstruksikan LPD Kaltara untuk membangun organisasi yang inklusif dan tidak eksklusif.
“LPD Kaltara harus mampu menjadi wadah yang solid, terbuka, dan mampu merangkul seluruh potensi perempuan Dayak di Kalimantan Utara, baik yang ada di kota hingga ke pedalaman lima kabupaten/kota, tanpa membeda-bedakan latar belakang,” tandas Pollymaart.
Dengan resminya pelantikan ini, LPD Kaltara diharapkan langsung tancap gas berkolaborasi dengan Pemprov Kaltara maupun Pemkab Bulungan demi melahirkan program-program kreatif yang mampu mengangkat derajat ekonomi dan sosial kaum perempuan Dayak ke tingkat yang lebih tinggi (red).





