BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Persoalan klasik berupa ancaman abrasi sungai dan buruknya sistem drainase di kawasan Buluh Perindu kembali mencuat ke permukaan. Anggota DPRD Kabupaten Bulungan, Mansyah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk segera turun tangan mengambil tindakan nyata sebelum dampaknya semakin merugikan warga sekitar.
Menurut Mansyah, kondisi bentaran sungai di kawasan muara Sungai Terusan yang mengarah ke Jembatan Buluh Perindu saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ia meminta agar pembangunan siring atau turap penahan tanah segera masuk dalam skala prioritas anggaran.
Makam Tua Terancam Amblas ke Sungai
Kekhawatiran terbesar politisi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan yang ia terima, laju abrasi yang kian tak terkendali kini mulai mengancam keberadaan sebuah makam tua bersejarah yang terletak di sekitar bantaran sungai tersebut.
“Berdasarkan informasi yang kami himpun dari tokoh masyarakat setempat, jarak antara makam tua tersebut dengan bibir sungai kini hanya tersisa sekitar 15 meter saja. Kalau tidak segera disiring, kita khawatir tanahnya terus longsor dan makam itu amblas tergerus air,” ungkap Mansyah kepada Tanjungnews.com.
Pondasi Jembatan Sumbat Aliran Air, Tanaman Warga Mati
Selain urusan abrasi, Mansyah juga menyoroti rusaknya sistem pembuangan air di sekitar Jembatan Buluh Perindu yang dikeluhkan warga sejak lama. Saluran drainase atau parit yang dulunya lancar, kini buntu total akibat tertutup oleh struktur pondasi bangunan penunjang di area jembatan.
Akibat tersumbatnya parit tersebut, air hujan maupun luapan sungai tidak dapat mengalir ke pembuangan akhir. Dampaknya, genangan air kerap merendam lahan pertanian warga sekitar hingga menyebabkan gagal panen.
“Parit lama itu tertutup oleh pondasi jembatan baru, sehingga air terkepung dan tidak bisa mengalir. Dampak fatalnya sudah dirasakan masyarakat. Tanaman buah dan sayuran milik warga yang menjadi sumber penghasilan banyak yang rusak bahkan mati karena terendam air,” bebernya kecewa.
Melihat urgensi di lapangan, legislator ini berharap agar Pemkab Bulungan bisa bergerak cepat memasukkan program pembangunan turap serta normalisasi atau pembukaan kembali saluran drainase dalam APBD Perubahan tahun ini.
“Kami mendorong penuh agar pemerintah daerah segera melakukan tindak lanjut konkret karena ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Jangan sampai kita terlambat bertindak dan membiarkan masyarakat terus menanggung kerugian yang lebih besar,” pungkas Mansyah tegas. (adv/red)





