Cicipi Ungei Kela dan Jus Bambangan, Bupati Wempi Dorong Kuliner Lokal Malinau Jadi Produk UMKM Unggulan

Redaksi

MALINAU, TANJUNGNEWS.COM – Keberagaman kuliner khas Bumi Intimung mewarnai kemeriahan Festival Irau Malinau ke-12 sekaligus peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau.

‎Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, bersama Ketua TP PKK Malinau dan Wakil Bupati Jakaria, turun langsung mencicipi aneka sajian tradisional dalam Lomba Masak Berbahan Baku Lokal yang digelar di Arena Padan Liu Burung, Malinau.

‎​Sebanyak 15 kecamatan se-Kabupaten Malinau ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Masing-masing kontingen unjuk kreativitas dengan mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan makanan dan minuman khas daerah yang menggugah selera.

Baca Juga  ‎Ini Strategi Pemda Malinau Agar TPP ASN Tak Terpotong, Meski Dana Transfer Daerah Turun Drastis di 2026

‎​Salah satu sajian yang berhasil menyedot perhatian orang nomor satu di Malinau tersebut datang dari TP PKK Kecamatan Malinau Selatan Hulu.

‎Mereka menyuguhkan Ungei Kela (sirup kecombrang), Ungei Bua Pangin (jus buah bambangan), serta Kun Perde atau hidangan nasi lembek khas lokal.

‎​Usai mencicipi deretan hidangan unik tersebut, Bupati Wempi W. Mawa memberikan apresiasi tinggi atas tingginya kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan baku lokal.

‎​”Melalui kegiatan lomba masak berbahan baku lokal ini, kita ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Malinau memiliki kekayaan pangan dan kuliner tradisional yang sangat beragam. Ini merupakan potensi daerah yang perlu terus kita lestarikan dan kembangkan,” ujar Wempi.

Baca Juga  Musrenbang Kecamatan Malinau Kota, Bupati Tegaskan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan‎

‎​Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan UMKM

‎​Menurut Wempi, pemanfaatan bahan baku pangan lokal tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian tradisi dan budaya warisan leluhur.

‎Lebih dari itu, potensi kuliner tersebut dapat dipoles menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

‎​”Saya berharap setiap kecamatan terus menggali potensi bahan baku lokal yang dimiliki, kemudian mengolahnya menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah. Selain menjaga tradisi, ini juga bisa menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan UMKM,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Malinau Minta OPD Optimalkan APBD Rp2,4 Triliun

‎​Ajang ini membuktikan bahwa perhelatan Festival Irau Malinau tak sekadar menjadi panggung pesta budaya dan selebrasi HUT daerah semata. Lewat lomba kuliner ini, Irau turut menjelma menjadi wadah strategis untuk mempromosikan potensi pangan lokal, mengasah kreativitas warga, hingga memacu pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Malinau.

Bagikan

Tags

Berita Terkait