Irau ke-12 dan HUT ke-27 Malinau Ditutup Spektakuler: Tradisi Bambu Lokal Warnai Kemeriahan, Perputaran Ekonomi Lebih daru Rp7 Miliar

Redaksi

MALINAU, TANJUNGNEWS.COM – Rangkaian Pesta Budaya Irau ke-12 dan Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau resmi ditutup oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. (H.C.) H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.HP., pada Sabtu (24/10/2026).

​Menariknya, usai prosesi penutupan, suasana kemeriahan tak dihiasi pesta kembang api modern. Panitia memilih menyalakan ledupan meriam bambu tradisi lama sebagai simbol sukacita warga Bumi Intimung.

​Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menegaskan bahwa penggunaan meriam bambu tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kearifan lokal.

​”Kita tidak menggunakan kembang api, tetapi kita ganti dengan ledupan bambu masa lalu sebagai wujud sukacita kita menyambut hari jadi Kabupaten Malinau dan Irau ini,” ujar Wempi.

Baca Juga  Aplikasi SAGET Dukung Percepatan Digitalisasi Semua Layanan Pemda Malinau

​Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah berkontribusi menjaga kondusivitas dan kelancaran acara hingga rampung. Menurutnya, kesuksesan agenda besar ini tak lepas dari penyertaan Tuhan dan kekompakan warga.

​”Semua ini sukses karena Tuhan dan masyarakat Malinau yang luar biasa. Beragam seni budaya yang telah kita tampilkan membuktikan bahwa Malinau adalah daerah dengan toleransi yang sangat tinggi. Malinau adalah cerminan ‘Miniatur Indonesia’, di mana beragam agama, ras, dan suku dapat hidup rukun serta bergandengan tangan membangun Bumi Intimung,” tegasnya.

Baca Juga  ‎Atasi Penumpukan Penumpang Nataru, Bupati Malinau Siapkan Skema Subsidi Talangan Penerbangan

​Perputaran Uang Lebih dari Rp 7 Miliar

​Sementara itu, Ketua Panitia Irau Malinau 2026 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.Si., membeberkan catatan ekonomi selama pelaksanaan agenda yang berlangsung selama 7 hari tersebut.

​Ernes mengungkapkan, hingga penutupan pada 24 Oktober 2026, tercatat sebanyak 30.000 pengunjung memadati arena Irau. Kehadiran ribuan pengunjung ini berdampak signifikan terhadap geliat ekonomi kerakyatan lokal.

​”Dalam rentang waktu 7 hari penyelenggaraan, perputaran uang di arena Irau yang mengandalkan lapak UMKM berhasil menembus angka lebih dari Rp7 miliar,” ungkap Ernes.

Baca Juga  Giram Baru di Sungai Bahau Hambat Mobilitas 15 Desa, Bupati Wempi Minta Diledakkan

​Ia menambahkan, pelaksanaan Irau 2026 sengaja difokuskan untuk menonjolkan potensi dan kekuatan lokal, baik dari sisi seni pertunjukan, perlombaan rakyat, hingga pemberdayaan UMKM daerah.

​Capaian ini akan menjadi bahan evaluasi dan tolok ukur bagi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam merancang formula penyelenggaraan agenda serupa pada tahun 2027 mendatang.

​”Tahun ini kita murni menonjolkan kekuatan lokal. Angka perputaran ekonomi ini akan jadi bahan pembanding untuk persiapan Irau 2027 mendatang. Harapan kita, skenarionya nanti akan dikemas lebih luas, lebih matang, dan memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait