20 Hari Gelaran Irau Malinau, Pertumbuhan Ekonomi Melonjak 108,63 Persen

Redaksi

MENINGKAT DRASTIS: Dari survei tim BPS dan Politeknik Malinau, pertumbuhan ekonomi selama pelaksanaan irau malinau diprediksi melonjak hingga 108,63 persen (foto:sulorotan on FB)
MENINGKAT DRASTIS: Dari survei tim BPS dan Politeknik Malinau, pertumbuhan ekonomi selama pelaksanaan irau malinau diprediksi melonjak hingga 108,63 persen (foto:sulorotan on FB)

MALINAU, TANJUNGNEWS.COM– Festival budaya Irau ke-11 dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Malinau ke-26 resmi dimulai, Selasa 07 Oktober 2025 hingga 20 hari kedepan.


Dengan tajuk ‘Negeri Sang Pengendali Air’, festival budaya Irau ini dibuka langsung perwakilan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) yakni Sekertari Utama Badan Nasional Perencanaan Perbatasan (Sestama BNPP), Komjen Pol. Makhjuri.

Dalam sabutannya, Bupati Malinau, Wempi W Mawa menegaskan, festival Irau ini bukan sekadar ajang perhelatan kesenian dan budaya dari berbagai etnik di Malinau.
Ia melanjutkan, festival Irau ini juga menuadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan yang ada di Kabupaten Malinau.

Baca Juga  Dari Sape ke Gitar Listrik! Uyau Moris dan Slank Hidupkan Semangat Bhinneka di Festival IRAU ke-11


“Kegiatan ini juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat dalam pengembangan kreatifitas ekonomi kerakyatan mulai dari kuliner, seni dan lainnya,” tegas Wempi.


Dijelaskan, Wempi, selama kegiatan Irau berlangsung 20 hari kedepan, sebanyak 551 pelaku UMKM asal Malinau ikut andil memeriahkan festival Irau ke-11.


“Kita harapkan kehadiran mereka dapat memberikan manfaat yang signifikan seperti peningkatan kredibilitas merek,peningkatan penjualan langsung,” jelasnya.

Baca Juga  26 Tahun Usia Malinau,Wempi: Kolaborasi dan Kerja Keras Lahirkan Kemajuan


“Termaksud, menjadimomentum perluasan jaringan bisnis, peluang kemitraan, peningkatan kesadaran konsumen hingga peningkatan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran uang,” tambahnya.


Dari hasil survei tim BPS dan Politeknik Malinau, Wempi, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi melonjak 108,63 persen dan terjadinya perputaran uang sekitar Rp 44,8 miliar.


“Penyumbang sektor perputar uang ini dari sektor UMKM seperti kuliner, penjualan batik, pakaian adat dan aksesorinya, untuk survei ini telah dilakukan sejak 17 September hingga 06 Oktober 2025,” pungkasnya (dsh/red)

Baca Juga  Aplikasi SAGET Dukung Percepatan Digitalisasi Semua Layanan Pemda Malinau

Bagikan

Tags

Berita Terkait