Komitmen Jaga Warisan Budaya, Pemda Bulungan Segera Bangun Kambali Lamin Adat Peso

Redaksi

BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Upaya menjaga warisan budaya kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd.,M.Si  dalam sebuah agenda silaturahmi bersama Wakil Bupati Bulungan, Kilat.,A.Md, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Peso, Camat beserta jajaran perangkat kecamatan, serta sejumlah kepala desa.

‎Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melaporkan secara langsung kondisi pasca musibah yang terjadi di Long Peso beberapa waktu lalu.

Fokus utama pembahasan tertuju pada keberadaan rumah Lamin Adat Kecamatan Peso yang terdampak dan dinilai memiliki nilai sejarah serta budaya yang penting bagi masyarakat setempat.

Baca Juga  PWI Bulungan Ajak Santri Idrisiyyah Bijak Bermedsos

Pihak pemerintah daerah menyatakan perhatian khusus terhadap rencana rekonstruksi dan pembangunan kembali Lamin Adat atau Balai Adat Peso. Meski diakui bahwa realisasi pembangunan fisik pada tahun berjalan cukup berat dilakukan, komitmen awal tetap disampaikan.

“Tahun ini mungkin belum bisa langsung dibangun, namun paling tidak pada 2026 melalui perubahan anggaran, kita sudah bisa memulai tahap perencanaan pembangunan kembali,” kata bupati.

Baca Juga  Bulungan Raih Indeks Pelayanan Publik Terbaik se- Kaltara

Menariknya, skema pembangunan dirancang tidak melalui hibah dalam bentuk uang.

Pemerintah daerah berencana memasukkan program ini ke dalam belanja modal dan belanja pembangunan, yang akan dilaksanakan langsung oleh perangkat daerah terkait.

Setelah rampung, bangunan tersebut nantinya akan dihibahkan kepada lembaga adat.

Dalam proses perencanaan, pemerintah juga membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan lembaga adat.

Baca Juga  ‎Pangkas Biaya Operasional, Pemkab Bulungan Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat

Hal ini dilakukan agar desain, prototipe, bentuk bangunan, hingga konstruksi Lamin Adat benar-benar mencerminkan ciri khas dan kearifan lokal masyarakat Kecamatan Peso, baik dari sisi luas bangunan maupun nilai filosofisnya.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam penanganan darurat pasca musibah, tetapi juga berkomitmen menjaga identitas budaya masyarakat ke depan.(red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait