BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak serius terhadap kualitas udara di Kabupaten Bulungan. Berdasarkan pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kualitas udara dalam beberapa hari terakhir telah mencapai kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut memicu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mengambil langkah antisipasi cepat, khususnya untuk melindungi para pelajar dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap yang berbahaya.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengonfirmasi bahwa Pemkab telah memutuskan penerapan Belajar dari Rumah (BDR) sebagai langkah preventif yang mendesak.
“Kita sudah memutuskan tadi malam, seiring dengan kondisi dan kita meng-update laporan BMKG. Per hari kemarin, termasuk juga hari ini, kondisinya tidak sehat,” ujar Syarwani saat memberikan keterangan.
Meskipun pembelajaran dialihkan ke rumah, Bupati memastikan bahwa para guru akan tetap berada di sekolah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui jaringan internet. Kebijakan ini bertujuan agar proses belajar-mengajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
Sementara itu, bagi wilayah yang masih mengalami blank spot atau kendala jaringan internet, khususnya di kawasan hulu Sungai Kayan, para guru diperkenankan memberikan tugas mandiri kepada siswa sehingga siswa tidak perlu turun ke sekolah.
Bupati menegaskan bahwa kebijakan BDR akan terus dievaluasi. Syarwani menyatakan bahwa kebijakan ini tidak hanya diberlakukan sampai tanggal 3 September saja, melainkan akan dievaluasi secara rutin dengan melihat perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di Bulungan.
Langkah preventif lainnya adalah mengoptimalkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama perangkat daerah terkait. Pusdalops akan terus memantau dan menyampaikan perkembangan terkini mengenai cuaca, kualitas udara, serta kondisi karhutla kepada masyarakat secara berkala.
Di sisi lain, Bupati telah menginstruksikan 12 puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Bulungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama gangguan pernapasan.
“Kita maksimalkan potensi oksigen yang ada, supaya ketika ada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dan sebagainya, kita paling tidak sudah memiliki langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan,” tegas Syarwani(red)





