Hati-hati Ambil Foto dan Video di Bilik Suara Bisa Kena Sanksi !

Redaksi

DILARANG KERAS: Mengambil foto dan video saat di bilik suara dilarang keras dan dapat dikenakan sanksi pidana bagi yang melanggar.
DILARANG KERAS: Mengambil foto dan video saat di bilik suara dilarang keras dan dapat dikenakan sanksi pidana bagi yang melanggar.

BULUNGAN-TANJUNGNEWS.COM- Saat menyalurkan hak pilih pada, Rabu 14 Februari 2024 masyarakat wajib tau rambu-rambu yang perlu dipatuhi sebelum kena sanksi.

Terkait hal ini pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan memberikan peringatan tegas pada seluruh masyarakat yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) agar tidak melanggar ketentuan saat berada di bilik suara.

Petugas Bawaslu Bulungan saat melakukan pengecekan persiapan TPS 093 yang berada RT 52 Tanjung Selor Hilir.

Ketua KPU Kabupaten Bulungan, Lilik Suryani saat ditemui di Gudang Logistik KPU menjelaskan, salah satu yang dilarang adalah mendokumentasikan baik dalam bentuk video maupun foto menggunakan telepon seluler saat berada di bilik suara.

Baca Juga  Ketua KPU: KTP Luar Tanpa Surat Pindah Memilih Tak Boleh Mencoblos

“Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai DPT dilarang membawa perangkat elektronik saat hari pemungutan suara,”ungkapnya, Selasa (13/2/2024)

Ketentuan larangan mengambil foto maupun merekam video dalam bilik suara, tertuang dalam Pasal 28 ayat (2) PKPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024.

Jika kedapatan melanggar ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) Pasal 500.

Petugas memantau kesiapan TPS 093 Jalan Kemayoran, Tanjung Selor Hilir

Dalam ketentuanya, sanksi bagi yang dengan sengaja membawa perangkat elektronik dengan tujuan melakukan pelanggaran tersebut.

Maka akan diberikan hukuman berupa ancaman pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda maksimal sebesar Rp 12 juta.

Baca Juga  Dukung Kepastian Investasi, Pemkab Bulungan Kebut Tuntaskan RDTR

Selain larangan mengambil foto dan video saat berada di bilik suara, membawa dan mengenakan atribut partai politik, baju paslon, baju caleg dan lain sebagainya juga tidak diperkenankan.

Dalam kesempatan tersebut, Lili kembali mengingatkan pada masyarakat yang hendak memilih. Memastikan untuk membawa KTP elektronik, fotocopy KTP sesuai aslinya, foto KTP di handphone, Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil yang tertera fotonya, paspor maupun visa untuk dibawa ke TPS.

“Kalaupun masyarakat belum mendapat surat C pemberitahuan, bisa langsung mengecek di DPT online. Jika terdaftar silahkan saja datang ke TPS sesuai data DPT online dengan membawa KTP elektronik,”jelasnya.

Baca Juga  Buka Turnamen Mahyong, Bupati: Jadikan Perekat Kebersamaan dalam Membangun Bulungan

Sesuai ketentuan meski masyarakat tidak mendapat surat C pemberitahuan namun terdaftar di DPT online.

Maka diperbolehkan datang jam berapapun di TPS yang seuai dengan DPT online bersangkutan sampai batas waktu terakhir pemungutan suara.

“Kalau DPT jam berapapun datang boleh, yang dilayani di atas jam 12  adalah DPK yang tidak terdaftar di DPT,”terangnya.

Sedangkan untuk masyarakat yang memiliki KTP dari luar Kaltara, namun belum mengurus surat pindah memilih maka tidak diperbolehkan mencoblos.

“Misalkan KTP Jawa, tidak mengurus surat pindah memilih tidak bisa dilayani,”pungkasnya. (dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait