Revitalisasi Sekolah di Bulungan Kemendikdasmen Libatkan Perguruan Tinggi

Redaksi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan Suparmin Setto (Foto:Int)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan Suparmin Setto (Foto:Int)

BULUNGAN-TANJUNGNEWS.COM-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan memastikan akan melakukan merevitalisasi bangunan SDN 012 di Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan.

Kepastian itu disampaikan setelah usulan Disdikbud Bulungan mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin Setto mengatakan usulan revitalisasi bangunan SDN 012 sudah mendapatkan lampu hijau dari Kemendikdasmen.

Revitalisasi akan dilaksanakan melalui skema swakelola.

Artinya, pembangunan tidak melalui pihak ketiga atau kontraktor, melainkan akan dikerjakan langsung oleh panitia pelaksana di tingkat sekolah.

Baca Juga  Long Peso Rayakan Hari Jadi ke 103 Tahun


“Nanti panitia pembangunan dibentuk langsung di sekolah, sesuai dengan ketentuan swakelola. Kami juga sedang menyusun rapat koordinasi (rakor) lanjutan dengan Kemendikdasmen,” kata Suparmin. Senin (21/7/25).

Ia menyebutkan, dalam pelaksanaan teknis revitalisasi ini. Kemendikdasmen bekerjasama dengan seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, khusus di Kaltara bekerja sama dengan Universitas Borneo (UB) Tarakan.


“UBT dilibatkan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan dengan pengawasan teknis yang baik dan sesuai standar,”tegasnya.

Baca Juga  Kukuhkan 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Wapup Pesan Evaluasi Program Kerja

Terkait besaran anggaran, Suparmin mengaku masih menunggu informasi resmi dari Kemendikdasmen. Namun, dipastikan revitalisasi akan mencakup tiga ruang kelas baru (RKB), satu unit toilet dan satu ruang administrasi.


“Bangunan lama sudah rusak cukup parah. Beberapa bagian pondasi, sloof, kolom hingga lantai mengalami kerusakan serius, bahkan ada yang miring. Dari sisi keamanan, tidak memungkinkan untuk direhabilitasi sebagian,” jelasnya.

Karena itu, pembangunan akan dilakukan di lokasi dalam area sekolah, dengan desain bangunan dalam satu deret antar ruang kelas, ruang administrasi dan toilet.

Baca Juga  Biasakan Sebut “Tugu Putri Lamlai Suri” bukan Telur Pecah

Hal ini dinilai lebih efisien dari sisi penggunaan lahan maupun anggaran. Menurutnya, sekolah sangat membutuhkan gedung baru ini agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan aman dan nyaman.


“Sekarang ini prosesnya sedang dalam review DED (Detail Engineering Design) dan dokumen teknis oleh Tim Fasilitator Universitas Borneo, dijadwalkan minggu depan sesuai jadwal untuk Provinsi Kalimantan Utara pagu sudah diperoleh setelah desk dengan Kemendikdasmen,” pungkasnya. (dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait