BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan menggelar rapat koordinasi (Rakor) persiapan pendampingan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa bertempat di Gedung Bappekot, Rabu (15/10/25).
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 13 sampai 15 Oktober tersebut, sekaligus menjadi forum evaluasi kinerja bagi pendamping eksisting serta pembekalan bagi 22 orang pendamping desa yang baru.
Kepala DPMD Kabupaten Bulungan, Drs. Sigit Raharjo, dalam arahannya menekankan pentingnya peran pendamping desa sebagai ujung tombak dalam memastikan program-program pembangunan di tingkat desa berjalan sesuai visi daerah, “Bulungan Berdaulat, Unggul dan Berkelanjutan.”
“Pendamping desa adalah mitra strategis Pemerintah Kabupaten. Anda semua adalah rekor atau catatan penting bagi kemajuan desa. Kehadiran Anda harus mampu mengakselerasi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan di desa, menjamin penggunaan Dana Desa yang tepat sasaran dan akuntabel,” ujar Drs. Sigit Raharjo.
Rakor ini menjadi sangat krusial dengan adanya pergantian sejumlah pendamping lama yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kami menyambut 22 rekan baru yang akan mengisi posisi pendamping yang ditinggalkan oleh rekan-rekan yang berhasil diangkat menjadi PPPK. Ini adalah siklus positif, menunjukkan bahwa pengalaman di lapangan mampu mengantar mereka ke jenjang karier yang lebih baik,” jelas Sigit.
Materi pembekalan difokuskan pada pemahaman regulasi terbaru terkait desa, teknik fasilitasi perencanaan pembangunan desa (RPJMDes dan RKPDes).
Serta metode pendampingan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa dan menggerakkan potensi ekonomi lokal.
Selain pembekalan, forum ini juga dimanfaatkan untuk evaluasi mendalam terhadap kinerja pendamping periode sebelumnya.
Evaluasi ini bertujuan mengidentifikasi tantangan di lapangan, seperti masalah legalitas aset desa, optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta sinkronisasi program desa dengan program kabupaten.
Sigit Raharjo berharap, dengan adanya evaluasi berkala dan penambahan SDM baru yang telah dibekali, kualitas pendampingan di 74 desa se-Kabupaten Bulungan akan semakin meningkat, yang pada akhirnya akan mempercepat tercapainya kemandirian desa.
“Target kita bukan hanya menyelesaikan administrasi. Rekor yang harus kita capai bagaimana menjadikan desa-desa di Bulungan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berlandaskan kearifan lokal,” tutupnya.(adv)





