TANJUNGNEWS.COM, BULUNGAN – Penyebab pasti kebakaran hebat yang melanda bangunan utama Kantor Bupati Bulungan pada Rabu malam (20/5/2026) hingga kini masih menjadi teka-teki.
Guna menguak tabir di balik insiden tersebut, pihak kepolisian bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur terus bergerak mendalami sumber api melalui serangkaian investigasi dan pengujian ilmiah di lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Sabtu (23/5/2026), tim forensik terlihat melakukan pemeriksaan detail pada sejumlah titik bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.
Sejumlah barang bukti penting pun telah diamankan dari puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
Di antaranya adalah potongan kabel instalasi listrik, serbuk arang sisa kebakaran, hingga berbagai sampel material bekas terbakar yang diduga kuat dapat mengungkap dari mana titik awal api muncul.
Untuk proses pembuktian selanjutnya, barang-barang tersebut akan diboyong dan diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya, Jawa Timur.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha, melalui Kasat Reskrim AKP Haji Rio Adi Pratama menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran karena seluruh sampel masih dalam proses pemeriksaan laboratorium forensik.
“Untuk penyebab kebakaran belum bisa disimpulkan. Saat ini kami masih menunggu hasil resmi dari Puslabfor karena proses investigasi masih berjalan,” kata AKP Haji Rio Adi Pratama saat mendampingi Tim Labfor melakukan olah TKP.
Menurut Rio, langkah penanganan ini dilakukan secara cermat guna memastikan apakah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, faktor teknis lain, atau justru ada kemungkinan penyebab berbeda.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan dituangkan dalam laporan resmi sebelum diumumkan secara transparan kepada publik.
“Barang bukti yang diamankan berupa serbuk-serbuk arang bekas kebakaran, kabel-kabel instalasi, serta beberapa sampel material sisa kebakaran lainnya. Biasanya hasil resmi berbentuk surat hasil pemeriksaan laboratorium dan itu akan dirilis setelah semuanya selesai,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, proses pengujian laboratorium di Surabaya tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. “Biasanya sekitar dua minggu untuk proses uji laboratorium,” ungkapnya.
Delapan Saksi Diperiksa, Sementara Belum Ada Indikasi Sabotase
Meski penyelidikan terus berkembang di lapangan, korps bhayangkara memastikan sejauh ini belum menemukan indikasi adanya unsur kesengajaan maupun tindak pidana dalam insiden yang menghentak publik Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut.
Fokus penyidik saat ini masih bertumpu pada pengumpulan fakta lapangan serta sinkronisasi hasil pemeriksaan saksi dengan temuan ilmiah laboratorium.
“Sejauh ini belum ada indikasi unsur kesengajaan ataupun tindak pidana. Kami masih fokus melakukan pemeriksaan saksi-saksi sambil menunggu hasil uji laboratorium,” tegas Kasat Reskrim.
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Bulungan diketahui telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi secara intensif.
“Saksi yang diperiksa sementara berasal dari pihak pemda yang piket malam itu, petugas pemadam, Satpol PP, dan orang-orang yang pertama kali mengetahui kejadian munculnya api di gedung utama,” pungkas Rio sembari meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menunggu hasil kerja tim labfor.
Seperti diberitakan sebelumnya, musibah kebakaran yang menghanguskan bagian penting dari pusat jalannya roda pemerintahan di Bumi Tenguyun ini sempat memicu kepanikan luar biasa.
Selain menimbulkan kerugian dan kerusakan fisik pada bangunan utama, insiden ini juga berdampak langsung pada aktivitas birokrasi.
Guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan, aktivitas pemerintahan Pemkab Bulungan kini terpaksa direlokasi sementara ke sejumlah kantor perangkat daerah lainnya. (dsh/red)





