BULUNGAN,TANJUNGNEWS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan memastikan program lomba kebersihan lingkungan akan berlanjut tahun depan bahkan dengan jangkauan yang lebih luas.
Kepala DLH Kabupaten Bulungan, H. Ismail, S.Hut., M.Si menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan fokus pada dua isu utama, penanganan sampah dari hulu (rumah tangga) dan konservasi air tanah melalui sistem biopori.
Selain itu, pihaknya juga memperhatikan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta konten-konten edukasi tentang lingkungan.
”Penanganan sampah itu memang harus dimulai dari hulu terutama sampah rumah tangga. Masyarakat harus mulai memilah sampah,” ujar H. Ismail.
Selain itu ketersediaan ruang terbuka hijau dan biopori untuk penyerapan air tanah juga penting untuk mengendalikan genangan air di wilayah perkotaan.
H. Ismail menyoroti pentingnya penerapan sistem biopori secara masif di wilayah perkotaan sebagai upaya mengatasi berkurangnya ruang serapan air tanah akibat pola pembangunan, dengan semenisasi.
” Jadi biopori sangat penting untuk penyerapan air tanah. Untuk mengimbangi pesatnya pembangunan dengan sistem semenisasi,”jelasnya.
Penerapan biopori diharapkan dapat menjaga kandungan air tanah untuk kebutuhan jangka panjang atau apply ke depan.
Ditanya terkait keberlanjutan program lomba kebersihan lingkungan. H.Ismail memastikan kegiatan tersebut akan dijalankan kembali tahun 2026 dengan jangkauan yang lebih luas dan pemantauan yang lebih ketat.
”Anggota saya kan banyak nih. Nantinya akan di pantau titik-titik RT sasaran penilaian. Karena biasanya, ketika kita mau turun (penilaian) mereka (warga) siap-siap tuh bersih-bersih. Jadi, setiap hari, setiap anggota saya nantinya akan memantau kondisi titik pantau kita,” tegasnya.
Dirinya menekankan pemantauan harian jauh lebih penting daripada sekadar ‘rekam jejak’ saat tim juri turun melakukan pemantauan.
”Apa artinya bersih 5 hari atau satu bulan selebihnya kotor. Kita pantau keaktifan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka secara berkala,”ulasnya.
Perluasan Lingkup dan Pembentukan Karakter
DLH memastikan program lomba kebersihan lingkungan akan berlanjut tahun 2026 bukan hanya fokus wilayah Kota Tanjung Selor saja namun mencakup wilayah Tanjung Palas.
H. Ismail berharap upaya yang dilakukan, dengan melibatkan kekompakan masyarakat, dapat menciptakan sebuah siklus: dari pembiasaan, menjadi kebiasaan, dan pada akhirnya membentuk karakter masyarakat yang peduli kebersihan lingkungan.
”Lomba kebersihan lingkungan tahun depan Insya Allah bukan hanya wilayah Kota Tanjung Selor saja. Coba kita perluas lagi sampai ke Tanjung Palas,” ujarnya.
Ditegaskan H Ismail jika perubahan pola pikir dan kebiasaan adalah kunci utama menjadikan lingkungan bersih dan hijau.(red)





