BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM– Desa Long Buang, Kabupaten Bulungan, tengah menjalankan program Agro Kompleks yang didanai anggaran senilai Rp 1,6 Miliar.
Program ini memadukan pertanian produktif dengan inisiatif konservasi lingkungan, didukung oleh Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) Bulungan Hijau termasuk bantuan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Dinas Pertanian Bulungan.
Kepala Desa Long Buang, Frans Dopit, menyampaikan bahwa program ini sudah mulai berjalan tahun ini dengan fokus pada komoditas unggulan yang cocok di lahan Desa Long Buang.
”Kami sudah menanam jagung seluas satu setengah hektar, semangka setengah hektar, serta kopi, kakao, dan durian,” kata Frans Dopit, seraya menambahkan bahwa jagung dan semangka menunjukkan hasil yang sangat baik.
Strategi Konservasi dan Keterlibatan Warga
Selain pertanian, program ini mencakup inisiatif penghijauan seluas 100 hektar.
Kades Frans Dopit memastikan program ini berdampak langsung pada perekonomian warga melalui skema kepemilikan lahan kelola.
”Kami melibatkan masyarakat secara penuh. Setiap keluarga kami plot dua hektar untuk dikerjakan. Mereka yang tanam, mereka yang semai, dan mereka sendiri yang menikmati hasilnya,” jelasnya.
Dana sebesar kurang lebih Rp 1,6 Miliar dari YKAN telah diterima di rekening desa dan kini tengah diproses untuk menjalankan program tersebut.
Kades Frans Dopit optimis, Agro Komplek ini tidak hanya meningkatkan hasil panen dan pendapatan warga, tetapi juga sukses dalam upaya pelestarian lingkungan di Desa Long Buang.(red)





