Tinjau PLTA Terbesar se-Asia Tenggara, Gubernur Pesan Jaga Lingkungan

Redaksi

Gubernur Kaltara Drs Zainal Arifin Paliwang S.H, M.Hum
Gubernur Kaltara Drs Zainal Arifin Paliwang S.H, M.Hum

TANJUNGNEWS.COM- Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan dengan kapasitas 9.000 megawatt (MW) diklaim bakal menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di Asia Tenggara.

Dengan total nilai investasinya mencapai US$ 17,8 miliar atau setara Rp 275,9 triliun (asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS). Yang pembangunanya dilakukan dalam beberapa tahap.

Tahap pertama PLTA Kayan berkapasitas 900 MW, tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW. Keberadaan investasi raksasa di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tentu akan berdampak positif secara ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga  Selamat ! Bulungan Kembali Juara Umum MTQ ke-9 Tingkat Provinsi Kaltara

Bahkan PT Kayan Hydro Energy (KHE) pemegang izin pembangunan PLTA tersebut, menargetkan pembangunan proyek  PLTA Kayan Cascade berkapasitas 9.000 megawatt (MW) ditarget rampung keseluruhan pada 2035.

Saat meninjau langsung lokasi PLTA yang berada di Kecamatan Peso Hilir, Gubernur Kaltara Drs Zainal Arifin Paliwang S.H, M.Hum bersama Owner PT KHE Tjandra Limanjaya serta pengusaha Hasim Sujono Djojohadikusumo yang juga adik dari Prabowo Subianto, pada Kamis 30 Mei 2024 mengatakan.

Baca Juga  Kembali Terpilih Jadi Komisioner, Hariyadi Hamid Duduki Posisi Ketua KPU Kaltara

“Perusahaan yang beroperasi disini (Kaltara) harus selalu memperhatikan lingkungan dan juga memperhatikan masyarakat sekitar. Salah satunya dari aspek pendidikan atau peningkatan kompetensinya agar bisa ikut dalam aktivitas di perusahaan ini,”ungkap gubernur.

Guburnur menambahkan, proyek raksasa yang akan dibangun di Hulu Sungai Kayan harus tetap memperhatikan ekosistem yang ada.

“Mereka sudah punya Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan perizinan lainya. Termasuk hasil kajian, bagaimana menjaga ekosistem di kawasan hulu sungai kita, jangan sampai rusak,”terangnya.

Baca Juga  Fakultas Kedokteran UBT, Upaya Pemenuhan Nakes di Tapal Batas

Apakah beroperasinya PLTA Kayan akan merusak habitat asli ekosistem atau endemik di Hulu Sungai Kayan ?.

Gubernur memastikan lokasi pembangunan PLTA Kayan tidak mengancam flora atau fauna asli yang ada di kawasan tersebut.

“Kalau disekitar sini (pembangunan PLTA) tidak ada (habitat flora atau fauna asli). Masih didalam hutan-hutan yang lokasinya jauh dari sini,”tuntasnya. (dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait