BULUNGAN-TANJUNGNEWS.COM – Komunitas Gerakan Menulis Aktif (GEMA) Kabupaten Bulungan menggelar pelatihan menulis buku dengan narasumer Mar’atus Shalihah, S.S, M.Pd seorang guru penggiat literasi serta penulis aktif dari Surabaya Jawa Timur, bertempat di Gedung Pertemuan SMAN 1 Tanjung Selor, Sabtu (12/7/25).
Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan Drs Suparmin Seto tersebut, diikuti berbagai kalangan dari pelajar, guru, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Dalam sambutanya, Kadisdik Bulungan sangat mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas GEMA Bulungan.
Pelatihan menulis buku yang dikemas cair dan interaktif tersebut,dijelaskan secara rinci dasar-dasar penulisan hingga praktek secara langsung oleh narasumber, termasuk prosedur karya tulis sehingga bisa dicetak menjadi sebuah buku dan mendapatkan International Standard Book Number (ISBN).
Nur Hamid S,Pd inisiator sekaligus ketua GEMA Kabupaten Bulungan mengatakan, jika kegiatan pelatihan menulis buku berangkat dari perbincangan warung kopi dengan salah satu rekanya untuk menghidupkan dunia literasi di Kabupaten Bulungan.
Membuka sambutanya, Nur Hamid mengutip pesan ulama besar asal Persia Imam Al Ghazali, “Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”.
Kutipan yang mengandung makna, jika seorang tidak memiliki kedudukan sosial tinggi seperti anak raja atau keilmuan yang mendalam seperti anak ulama, maka ia harus berkarya dan meninggalkan jejak melalui tulisan.
“Kegiatan ini bermula saat saya ngobrol dengan salah satu teman di warung kopi, tentang bagaimana menghidupkan dunia literasi di Bulungan. Terutama memberi pelatihan untuk menulis buku semua kalangan yang tertarik dan berniat menerbitkan sebuah karya tulis menjadi sebuah buku,”ungkapnya.
Menurutnya, dengan pelatihan menulis buku menjadi ajang saling tukar pengalaman dan “curhat” berbagai kesulitan yang seringkali dihadapi oleh para penulis sebelum menerbitkan buku pertamanya.
“Dari pelatihan ini kita bisa saling berbagi pengalaman, termasuk menjawab berbagai kesulitan yang dihadapi sebelum menerbitkan sebuah buku. Terutama bagaimana membangun konsistensi, termasuk dengan kondisi dana yang terbatas agar tetap bisa menghasilkan sebuah buku,”katanya.
Pelatihan menulis buku terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya tersebut, juga bekerjasama dengan penerbit Ananta Vidya Yogyakarta.
Sehingga peserta yang konsisten dan materi yang ditulis sudah cukup layak untuk dicetak menjadi sebuah buku juga akan dibantu dalam proses pencetakanya.(dsh/red)





