BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM– Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kabupaten Bulungan sukses menggelar ajang lari lintas alam yang menyedot perhatian ratusan pecinta olahraga ekstrem. Sebanyak kurang lebih 150 peserta berpartisipasi memacu adrenalin menaklukkan tantangan alam Bulungan.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, bersama Camat Tanjung Selor, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bulungan, serta instansi terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wabup Kilat berharap kegiatan positif yang digagas oleh para anak muda Bulungan ini dapat terus berlanjut. Selain menjadi wadah untuk mempromosikan keindahan alam daerah, ajang ini juga penting dalam membudayakan pola hidup sehat dan memasyarakatkan olahraga di tengah masyarakat.
Ketua ALTI Kabupaten Bulungan, Dedy Hery, mengungkapkan bahwa event kali ini terbagi ke dalam dua kategori jarak. Sebanyak 70 peserta bersaing di kategori 7 kilometer (km), sementara 75 peserta lainnya tertantang menjajal rute ekstrem di kategori 12 km.
”Peserta yang terlibat kurang lebih 150 orang. Untuk kategori 7 km ada sekitar 70 peserta, dan kategori 12 km diikuti 75 peserta,” ujar Dedy Hery, Sabtu (5/9/2026).
Persaingan sengit terjadi di lintasan hingga memunculkan para juara. Pada kategori 7 km putri, podium pertama berhasil diraih oleh Maya, disusul Marsela di posisi kedua, dan Mega Selvia menduduki tempat ketiga.
Sementara di kategori 7 km putra, Alfret sukses keluar sebagai juara pertama, diikuti Marto Selan di posisi kedua, dan Darius Bansale di tempat ketiga.
Untuk kategori 12 km putri, kejayaan diraih oleh Elvin yang menempati podium utama, ditemani Wahyuni di posisi kedua serta Diana di tempat ketiga.
Adapun di kelas 12 km putra, Thomi Luter K tampil tercepat dan merebut podium pertama, disusul Ikhsan (Izzanul Haq) di posisi kedua, dan Andreas Infaat di urutan ketiga.
Melihat tingginya antusiasme para pelari, ALTI Bulungan berkomitmen untuk menjadikan ajang ini sebagai agenda rutin. Dedy memastikan pihak pengurus tengah mempersiapkan rencana gelaran Bulungan Trail Run Volume 2.
Menariknya, pada ajang jilid kedua mendatang, panitia berencana menghadirkan tantangan berbeda bagi para peserta. Rute lama tidak akan digunakan lagi demi menyuguhkan sensasi dan pengalaman baru.
”Untuk agenda ke depan, kami usahakan agar ada event berikutnya, yakni Bulungan Trail Run jilid kedua. Kemungkinan besar kalau kita buat lagi, kita akan cari rute baru dan tidak memakai rute yang sekarang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedy menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar pemuas hobi, melainkan wadah pembinaan untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial di daerah.
Ia berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah agar pembinaan atlet muda berbakat dapat berjalan berkesinambungan.
”Kami sangat berharap pemerintah bisa men-support kegiatan kami dalam membina atlet-atlet muda yang berbakat. Dengan begitu, mereka bisa dibina secara maksimal dan kelak mampu bersaing membela daerah di ajang bergengsi tingkat nasional,” pungkasnya. (dsh/red)





