Buaya Muara Peneror Warga Berau, Berhasil Dievakuasi BKSDA dan KPH Tarakan

Redaksi

DIEVAKUASI: Buaya Muara berjenis kelamin betina dengan panjang 5 meter dan bobot 500 kilogram yang selama ini meneror warga Berau berhaasil sampai di pusat penaangkaran buaya Tarakan, Kamis (15/2/2024). Foto: KPH Tarakan, untuk Tanjungnews.com
DIEVAKUASI: Buaya Muara berjenis kelamin betina dengan panjang 5 meter dan bobot 500 kilogram yang selama ini meneror warga Berau berhaasil sampai di pusat penaangkaran buaya Tarakan, Kamis (15/2/2024). Foto: KPH Tarakan, untuk Tanjungnews.com

TARAKAN – TANJUNGNEWS.COM – Buaya muara berjenis kelamin betina dengan panjang lebih dari 5 meter dengan bobot setengah ton, yang selama ini meresahkan warga Kabupaten Berau Kalimantan Timur (Kaltim).

Berhasil ditangkap dan diamankan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim yang selanjutnya dikirim ke pusat penangkaran buaya di Tarakan.

Dari keterangan pihak BKSDA Kaltim, buaya yang berhasil diamankan merupakan jenis buaya muara atau buaya bekatak (crocodylus porosus) adalah jenis buaya terbesar di dunia.

Dinamai demikian karena buaya ini hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara). Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya.

Baca Juga  Ditanya Rencana Maju Kembali di Pilkada, dr.Khairul: Masih Lama

Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Saltwater crocodile, Indo-Australian crocodile, dan Man-eater crocodile.

Nama umumnya, man-eater = “pemakan manusia”, karena buaya ini pernah (atau sering) memakan manusia dan babi di wilayah teritorialnya.

Buaya ini tersebar di seluruh perairan dataran rendah dan perairan pantai di daerah tropis khususnya Asia Selatan, Asia Tenggara dan Austrakia (Indo-Australia).

Buaya betina dengan panjang 5 meter dengan bobot kurang lebih 500 kilogram tersebut diamankan oleh petugas BKSDA di wilayah permukiman warga di Kabupaten Berau Kaltim yang selama ini meresahkan karena ukuranya yang cukup besar.

Proses evakuasi dilakukan oleh BKSDA Kaltim dibantu tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan.

Baca Juga  Dalam Sehari KPH Tarakan, Berjibaku Padamkan 3 Titik Api di Lahan Gambut

Polisi Kehutanan Ahli Muda UPTD KPH Tarakan, Romy Suprianto yang memimpin tim evakuasi buaya raksasa tersebut menjelaskan. Jika buaya tersebut merupakan kiriman dari BKSDA dari wilayah Berau Kaltim yang selama ini seringkali meresahkan warga.

“Buaya ini dikirim dari Berau menggunakan kapal barang, dalam kondisi telah terikat di bagian-bagian tertentu dan dikurung menggunakan kotak sepanjang badannya. Kotak terbuat dari papan untuk memastikan keamanan selama pelayaran dan proses evakuasi,”jelasnya, Kamis (15/2/2024).

Menurutnya proses pengiriman memakan waktu sekitar 4-5 hari, dan tiba di Pelabuhan SDF Tarakan pada Kamis 15 Februari 2024 pagi.

“Informasi dari BKSDA, panjang badannya saja mencapai 4 meter ditambah panjang ekor 1 meter lebih sehingga panjang keseluruhan 5 meter lebih. Sementara bobot badannya, sekitar 500 kilogram,” terangnya.

Baca Juga  Butuh 4 Jam Brigdal Karhutla Padamkan Rimba Kota dari Amukan si Jago Merah

Adapun jenis kelamin reptil ini, adalah betina. Dalam proses evakusai hingga ke Pusat Penangkaran Buaya Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan berlangsung aman, tidak ada kendala yang menyulitkan.

“Proses transfer ke penangkaran lancar walau memang harus menggunakan bantuan crane karena bobotnya mencapai setengah ton. Tapi, Alhamdulillah tidak ada kendala hingga tiba di tempat penangkaran,” ucap Polisi Kehutanan Ahli Muda ini.

Dalam kesemppatan tersebut, Romy berharap sang predator ini akan dirawat dengan baik oleh petugas penangkaran (*/tim/dsh/red).

Bagikan

Tags

Berita Terkait