PLN Operasikan 53 MW Pembangkit Sewa dan Rampungkan 2 Tower Darurat di Berau

Redaksi

BALIKPAPAN, TANJUNGNEWS.COM – Upaya penanganan gangguan dan penguatan sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan terus menunjukkan progres positif. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mengintensifkan percepatan pemulihan melalui penambahan kapasitas pembangkit sewa, pemulihan pembangkit eksisting, serta penanganan jaringan transmisi.

​Hingga Jumat (30/10/2026), daya dari pembangkit sewa yang berhasil dioperasikan naik dari sebelumnya 45 Megawatt (MW) menjadi 53 MW. Pasokan ini disumbang dari pembangkit sewa Trisakti sebesar 20 MW dan Batulicin sebesar 33 MW.

​Secara paralel, PLN juga berhasil mendirikan dua unit Emergency Restoration System (ERS) atau tower darurat di Kabupaten Berau untuk menormalkan kembali pasokan listrik yang sempat terganggu akibat cuaca buruk/pohon tumbang pada 25 Oktober lalu.

​General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengungkapkan bahwa seluruh penanganan dilakukan secara simultan demi mempercepat pemulihan keandalan sistem kelistrikan Kalimantan secara menyeluruh.

​“Penambahan kapasitas pembangkit sewa dari 45 MW menjadi 53 MW ini merupakan progres nyata penguatan pasokan listrik Kalimantan. Kami juga mempercepat pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan agar kebutuhan listrik masyarakat terlayani lebih baik,” ujar Chaliq.

​Target Total 278 MW Pembangkit Sewa dan Percepatan Pembangkit Eksisting

​Chaliq menjelaskan, penambahan pembangkit sewa 53 MW ini merupakan bagian dari program penguatan Sistem Interkoneksi Kalimantan dengan total target mencapai 278 MW.

Baca Juga  Peringatan HKG PKK ke-53 dan Rakon 2025, Bupati: PKK Jadi Mitra Strategis Pembangunan SDM Unggul

​Program penguatan tersebut dibagi dalam dua tahap:

  • ​Tahap I: Pembangkit Sewa sebesar 158 MW
  • ​Tahap II: Pembangkit Sewa sebesar 120 MW

​Pengoperasian dilakukan bertahap sesuai kesiapan teknis, mulai dari mobilisasi, instalasi, hingga pengujian keselamatan operasi.

​Selain menambah daya sewa, PLN terus memacu pemulihan unit pembangkit eksisting agar dapat beroperasi maksimal. Beberapa pembangkit yang dalam proses percepatan penanganan meliputi PLTGU Senipah, PLTU Indoeka, dan PLTU Asam Asam. PLN juga berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan PLTU GPK berkapasitas 100 MW.

Baca Juga  Pj. Sekprov Paparkan 9 Langkah Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Kaltara

​Lebih dari 100 Personel Dikerahkan di Berau

​Sementara itu, terkait gangguan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Maloy–Talisayan akibat pohon tumbang yang berdampak pada wilayah Kabupaten Berau dan sekitarnya, PLN bergerak cepat. Lebih dari 100 personel gabungan dikerahkan ke lokasi untuk membangun ERS.

​“Dua tower darurat kini sudah berdiri tegak di Berau. Saat ini tim sedang melanjutkan pemasangan instalasi dan peralatan pendukung sebelum jaringan kembali dioperasikan. Kesiapan teknis dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama kami,” tegas Chaliq.

​PLN Sampaikan Permohonan Maaf

​Meski menunjukkan progres signifikan, PLN mengakui kondisi pasokan listrik di beberapa wilayah belum sepenuhnya optimal, sehingga pengaturan operasi terukur masih harus dilakukan, terutama pada periode beban puncak.

Baca Juga  Kurangi Ketergantungan Pasokan Luar, Bupati Bulungan Dorong Kolaborasi Pakan Mandiri

​Atas kondisi tersebut, manajemen PLN UID Kaltimra menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan.

​“Kami sangat memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas harian masyarakat, pelayanan publik, maupun kegiatan usaha. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Seluruh tim di lapangan terus bekerja siang dan malam agar sistem kelistrikan kembali normal 100 persen,” tutup Chaliq.

​PLN memastikan perkembangan kondisi sistem kelistrikan akan terus dievaluasi dan diinformasikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. (dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait