Penampilan Kolaboratif Slank- Uyau Moris Getarkan Panggung Utama Pembukaan Irau Malinau 2025

Redaksi

LUAR BIASA: Puluhan ribu penonton berkumpul di Lapangan Padan Liu’ Burung Malinau terpukau dengan penampilan kolaboratif antara Slank dan Uyau Moris bahkan sorakan dan antusias penonton seakan menggetarkan panggung utama Irau Malinau 2025
LUAR BIASA: Puluhan ribu penonton berkumpul di Lapangan Padan Liu’ Burung Malinau terpukau dengan penampilan kolaboratif antara Slank dan Uyau Moris bahkan sorakan dan antusias penonton seakan menggetarkan panggung utama Irau Malinau 2025

MALINAU,TANJUNGNEWS.COM- Suasana Lapangan Padan Liu’ Burung, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, pecah oleh sorak-sorai puluhan ribu penonton saat band legendaris Slank tampil memeriahkan pembukaan Festival Budaya IRAU ke-11 dan HUT Kabupaten Malinau ke-26, Selasa malam (7/10/25).

Band yang digawangi Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho, dan Abdee itu sukses menghipnotis penonton lewat deretan lagu hits mereka seperti Terlalu Manis, Ku Tak Bisa, dan Pandangan Pertama dan Virus.

Penonton ikut bernyanyi bersama, menciptakan lautan manusia yang bergoyang di bawah cahaya lampu panggung megah.

Baca Juga  Empat Rekor MURI, Satu Jiwa Budaya: Malinau Tegaskan Diri Sebagai Pusat Seni Kalimantan untuk Indonesia

“Malinau luar biasa! Ini baru namanya Festival Budaya. Terima kasih sudah undang Slank di IRAU!” teriak Kaka dari atas panggung disambut riuh puluhan ribu penonton yang memadati lapangan Padan Liu’ Burung, Malinau.

Tak hanya menghadirkan hiburan, penampilan Slank juga menjadi simbol keberagaman dan persatuan yang diusung festival budaya IRAU. Di panggung pembukaan tadi siang, Slank berkolaborasi dengan musisi lokal Uyau Moris, yang memadukan dentingan sape—alat musik khas Dayak—dengan nuansa rock khas Slank.

Baca Juga  26 Tahun Usia Malinau,Wempi: Kolaborasi dan Kerja Keras Lahirkan Kemajuan

Kolaborasi unik itu mencuri perhatian penonton dan menjadi salah satu momen paling berkesan di malam pembukaan festival yang akan berlangsung selama 20 hari ke depan.

Bupati Malinau Wempi W Mawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Slank merupakan bentuk apresiasi atas semangat kebersamaan masyarakat lintas suku etnis dan generasi.

“Festival IRAU adalah ruang kita untuk bersatu, berbangga dengan budaya, dan meneguhkan Malinau sebagai Negeri Sang Pengendali Air,” ujar Wempi.

Baca Juga  Tinjau PLBN Long Nawang, Sekretaris BNPP RI: Perlu Dukungan Infrastruktur Jalan Yang Memadai

Acara pembukaan juga dihadiri oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman yang secara resmi membuka festival dengan pemukulan gong.

Malam ini, Malinau benar-benar berguncang—bukan hanya oleh dentuman musik Slank, tetapi juga oleh semangat masyarakat yang larut dalam festival budaya terbesar di Kalimantan Utara. (dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait