MALINAU, TANJUNGNEWS.COM– Dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malinau memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Malinau, Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H. menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.
Wempi mengatakan, tahun 2026 akan menjadi awal pelaksanaan RPJMD 2025–2029, yang merupakan kelanjutan dari RPJMD 2021–2026. Menurutnya, kesinambungan arah pembangunan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar Malinau.
“Kesinambungan dan konsistensi arah pembangunan menjadi kunci utama dalam mencapai visi Kabupaten Malinau, yaitu terwujudnya pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan menuju Kabupaten Malinau yang maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Wempi dalam pidatonya di ruang sidang DPRD, Senin (27/10/25).
Wempi memaparkan ada enam fokus utama pembangunan Malinau dalam lima tahun ke depan.
- Pengembangan SDM
Bupati menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Melalui program Wajib Belajar Malinau Maju dan Desa Sarjana Unggul, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan mutu pendidikan berbasis wilayah.
Selain itu, Pemkab juga menyiapkan program Milineal Mandiri untuk mempersiapkan tenaga kerja muda yang adaptif dan berdaya saing menuju Generasi Emas 2045.
“Kami ingin anak-anak Malinau punya kesempatan yang sama untuk maju dan siap bersaing di masa depan,” tegas Wempi.
Di bidang kesehatan, Pemkab Malinau akan memperluas akses dan fasilitas layanan kesehatan, mulai dari peningkatan rumah sakit, tenaga medis, hingga jaminan kesehatan bagi seluruh warga.
- Pengembangan Ekonomi Lokal
Wempi menegaskan pemerintah daerah akan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam tak terbarukan seperti batubara. Fokus diarahkan pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. “Melalui program Pertanian Sehat (PESAT) sebagai pengembangan dari RASDA Plus, kami ingin meningkatkan kesejahteraan petani dan nilai tambah ekonomi daerah,” katanya.
- Peningkatan Infrastruktur
Pemkab Malinau berkomitmen menyediakan infrastruktur layanan dasar seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan akses internet secara merata.
“Pembangunan ini diharapkan bisa membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar arus barang serta jasa,” ujar Wempi.
- Pengelolaan SDA Berkelanjutan
Bupati menegaskan pentingnya pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan hidup serta memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana dan perubahan iklim.
- Tata Kelola Pemerintahan Digital
Melalui program Smart Government (SAGET) yang baru diluncurkan pada 17 Oktober lalu, Wempi ingin mewujudkan pelayanan publik yang terintegrasi dan efisien.
“Transformasi digital ini langkah penting menuju pemerintahan yang modern, transparan, dan responsif,” kata dia.
- Pemberdayaan Desa
Desa tetap menjadi fokus pembangunan Malinau. Pemerintah akan terus memperkuat peran desa dan RT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan ekonomi lokal.
“Kami ingin desa menjadi basis utama pembangunan. Desa yang mandiri berarti Malinau juga kuat,” tutur Wempi.
Menutup sambutannya, Wempi mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh pemerintah daerah saja.
“Membangun Malinau, membangun Indonesia, tidak bisa sendiri. Diperlukan komitmen bersama seluruh pihak,” pungkasnya. (red)





