MALINAU, TANJUNGNEWS.COM – Hangat dan penuh keakraban. Suasana itulah yang tergambar jelas dalam acara Halalbihalal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Malinau tahun 1447 Hijriah yang digelar di RT 2 Teluk Sanggan, Desa Malinau Hulu, Sabtu (18/4) sore.
Wakil Bupati (Wabup) Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, disambut antusias oleh keluarga besar warga Toraja. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman dan Mempererat Tali Kekeluargaan Warga Toraja”, momentum ini menjadi bukti nyata betapa indahnya toleransi di Bumi Intimung.
Dalam sambutannya, Jakaria mengajak seluruh warga IKAT untuk menjadikan Idulfitri dan Paskah yang berdekatan ini sebagai jembatan untuk saling membuka hati. Menurutnya, tradisi halalbihalal adalah waktu terbaik untuk meluruhkan ego dan memperkuat kembali nilai kekeluargaan.

“Saya mengajak seluruh keluarga besar Toraja untuk terus menjadi perekat persatuan dan contoh dalam menjaga harmoni. Kekuatan kita bukan terletak pada siapa kita secara individu, tetapi pada bagaimana kita saling menopang sebagai satu keluarga besar,” ujar Jakaria dengan nada penuh semangat.
Pilar Pembangunan Daerah
Wabup juga memberikan apresiasi terhadap eksistensi warga Toraja di Malinau yang selama ini dinilai sangat kooperatif dalam menjaga kondusivitas daerah. Ia berharap, IKAT dapat terus menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antar-suku dan budaya yang ada di Malinau.
Baginya, kontribusi warga Toraja dalam pembangunan daerah sangatlah nyata. Oleh karena itu, ia meminta agar semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti di acara seremonial, tetapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita buka lembaran baru dengan hati yang bersih. Melangkahlah ke depan dengan semangat gotong royong. Jika kerukunan ini terjaga, maka pembangunan daerah akan berjalan jauh lebih ringan,” tambahnya.
Acara yang berlangsung hingga petang itu ditutup dengan sesi bersalam-salaman. Gelak tawa dan obrolan santai antar-warga lintas latar belakang yang hadir seolah menegaskan bahwa di Malinau, keberagaman adalah kekayaan, bukan pemisah. (adv/hms)





