BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bulungan memicu peningkatan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau keras seluruh masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembakaran lahan jenis apa pun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulungan, Widi Kustanto, menegaskan pentingnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan demi keselamatan bersama.
”Kami dari Pemkab Bulungan melalui BPBD mengharapkan kepada masyarakat luas agar jangan lagi ada pembakaran. Saat cuaca ekstrem ini kita hindari pembakaran. Jangan sampai dampaknya meluas dan merugikan orang lain,” ujar Widi Kustanto, Kamis (13/8/26)
Rentetan kejadian karhutla mulai terdeteksi signifikan sejak Senin (10/8/2026). BPBD mencatat ada empat titik api utama yang terdeteksi dalam sehari:
Desa Tanjung Agung (Kecamatan Tanjung Palas Timur)
Desa Tanah Kuning (Kecamatan Tanjung Palas Timur)
Kelurahan Tanjung Selor Timur (Kecamatan Tanjung Selor)
Desa Apung (Kecamatan Tanjung Selor)
Meskipun penyebab pasti titik api di lokasi tersebut masih dalam penyelidikan, tim gabungan langsung bergerak cepat di lapangan.
”Begitu menerima laporan, personil dan unit BPBD langsung turun dengan kekuatan penuh. Kami berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kaltara, Manggala Agni, TNI, Polri, serta perangkat lainnya,” jelas Widi.
Upaya pemadaman dan pendinginan bahkan berlangsung hingga pukul 22.00 WITA. Skema pemadaman diprioritaskan pada titik-titik kebakaran yang berdekatan dengan pemukiman warga guna mengantisipasi bahaya yang lebih besar.
Eskalasi Karhutla kembali berlanjut pada Kamis (13/8/2026). BPBD Bulungan tercatat menangani beberapa lokasi kebakaran lahan dalam waktu yang hampir bersamaan:
Gang Aktawa, Tanjung Selor Timur.
Sekitar pukul 14.00 WITA, karhutla melanda kawasan Gang Aktawa, Jl. Diponegoro, RT 19 RW 04, Selimau 1. Api pertama kali diketahui oleh warga bernama Suwarno yang langsung melapor ke petugas. Tim BPBD bersama unsur terkait segera meluncur ke lokasi untuk pemadaman.
Jl. Bukit Indah, Perumahan Korpri.
Kebakaran lahan seluas ± 0,5 hektare terjadi di RT 35 Kelurahan Tanjung Selor Hilir sekitar pukul 13.00 WITA. Berdasarkan keterangan warga sekitar, Mahmud (55), kebakaran dipicu oleh aksi pembakaran lahan sengaja untuk pembersihan lahan pembangunan rumah.
Personel BPBD Bulungan bersama Polresta Bulungan langsung mendatangi lokasi untuk memadamkan api dan memberikan edukasi serta teguran keras kepada pihak terkait mengenai bahaya pembakaran lahan.
Belakang Pasar Induk Tanjung Selor.
Laporan kebakaran lahan dekat pemukiman warga juga terjadi di wilayah RT 52 RW 20, Belakang Pasar Induk Tanjung Selor. Beruntung, kobaran api dapat dengan cepat dipadamkan oleh personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Bulungan yang bahu-membahu bersama warga sekitar.
BPBD kembali mengingatkan bahwa sinergi dan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan merupakan kunci utama dalam mencegah bencana Karhutla meluas di Kabupaten Bulungan.(dsh/red)





