BULUNGAN-TANJUNGNEWS.COM- Dalam upaya meningkatkan kebersihan dan keindahan kota Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan lomba kebersihan lingkungan tingkat Rukun Tetangga (RT) untuk 3 kelurahan di wilayah Kota Tanjung Selor.
Penilaian dilakukan melalui 4 periode, dimulai dari bulan Juli dan berakhir pada Oktober 2025. Diikuti oleh 3 kelurahan se Kecamatan Tanjung Selor, yakni Kelurahan Hulu dengan 7 RW dan 26 RT kemudian Kelurahan Hilir dengan 39 RW dan 108 RT serta Kelurahan Timur dengan 8 RW dan 32 RT.
Dalam pelaksanaanya tim juri melakukan penilaian secara langsung ke 166 RT se- Kecamatan Tanjung Selor dengan 4 kategori utama penilaian, yang pertama kategori kebersihan lingkungan dibagi menjadi 2 aspek penilaian.
Kebersihan secara umum dengan indikator meliputi (jalan bersih dari sampah dan genangan air, tidak ada tumpukan sampah, kebersihan drainase, kebersihan fasilitas umum) dengan bobot per aspek 20 persen.
Selanjutnya aspek penilaian “pengelolaan sampah” dengan indikator (ketersediaan tempat sampah, system pengolahan sampah 3R) dengan bobot per aspek 30 persen.
Kategori penilaian untuk ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan estetika, dengan aspek penilaian “penghijaun lingkungan” dengan rincian indikator penilaian (penanaman pohon/tanaman hias, keindahan lingkungan) dengan bobot per aspek 10 persen.
Kemudian, untuk kategori “inovasi” aspek penilaian partisipasi dengan indikator penilaian meliputi (inovasi pengelolaan sampah rumah tangga) dengan bobot per aspek 30 persen.
Terkahir penilaian ketegori “kelembagaan” aspek penilaian administarsi, dengan indikator (laporan dan dokumentasi kegiatan, plang ketua RT dan RW, jadwal kerja bhakti rutin, SK ketua RT dan RW yang masih berlaku) dengan bobot per aspek 10 persen.
Kepala DLH Kabupaten Bulungan, H.Ismail, S.Hut.,M.Si mengatakan, proses penilaian dilakukan secaara bertahap dari periode 1 sampai 4, apakah ada perubahan kebersihan lingkungan RT atau stagnan (jalan ditempat) tidak ada perubahan inisiatif warga melalui ketua RT.
“Tim juri melihat secara langsung ke masing-masing RT se-Kecamatan Tanjung Selor sejumlah 166 RT dengan indikator penilaian yang telah ditentukan,”jelasnya.
Menurutnya RT dengan nilai tertinggi dengan berbagai aspek penilaian nantinya mendapat reward (penghargaan) dari Bupati Bulungan. Termasuk RT terburuk atau terkotor se- Kecamatan Tanjung Selor juga mendapat catatan tersendiri dari Pemkab Bulungan.
“Hasil akhirnya nantinya RT terbersih dan inovatif dalam pengelolaan sampah sampai RT terkotor dengan ketidak pedulian warganya terhadap kebersihan lingkungan, akan dipublikasikan melalui media sosial maupun media masa,”katanya.
Kadis DLH berharap dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai upaya merubah prilaku masyarakat yang merupakan sumber dari adanya sampah itu sendiri, sehingga menjadi tanggung jawab bersama.
Selain upaya merubah prilaku masyarakat, diharapkan juga menjadi indikator diraihnya Piala Adipura.
Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk kota atau kabupaten yang diilai berhasil menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.
“Yang paling penting bagaimana merubah mindset (pola pikir) masyarakat perkotaan utuk ikut serta menjaga kebersihan dan keindahan wilayahnya masing-masing dan tidak apatis (sifat tidak peduli),”katanya.
Dikatakan, H Ismail dari laporan yang diterima dari para juri, untuk penilaian tahap pertama pada buan Juli lalu, kondisi drainase yang tidak berfungsi akibat ditumbuhi rumput.
Buang sampah sembarangan, prilaku apatis terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak adanya inisiatif kerja bakti bersama membersihkan lingkungan.
Termasuk tidak dipasangnya plang ketua RT masih menjadi catatan yang perlu ada perubahan, hal tersebut mempengaruhi penilaian pada tahap berikutnya.
Ditambahkan, dengan adanya program lomba RT bersih yang nantinya dijalankan secara berkelanjutan, masyarakat Bulungan dapat mengelola sampah 3 R langsung dari sumbernya.
Dengan memilah mendaur ulang, memanfaatkan sampah dan tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai.
“Mendorong agar masyarakat mengelola sampah, DLH Bulungan juga membeli ecobrick (botol plastik bekas yang diisi penuh dengan sampah plastik non-biologis yang dipadatkan) dari masyarakat dengan harga Rp 10 ribu per kilogram,”pungkasnya (dsh/red)





