Kantongi Izin Operasi Hingga 2031, PT Freeport Operasikan Dua Smelter di Gresik dan Papua

Redaksi

iga orang pekerja PT Freeport Indonesia sedang berdiskusi (Web PT Freeport Indonesia)
iga orang pekerja PT Freeport Indonesia sedang berdiskusi (Web PT Freeport Indonesia)

TANJUNGNEWS.COM- PT Freeport Indonesia merupakan salah satu tambang terkemuka di dunia yang di bawah kendali Freeport-McNoRan (FCX), perusahaan tambang internasional raksasa berpusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. FCX saat ini memiliki beberapa lokasi pertambangan yang tersebar di beberapa negara.

Berada di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, PT Freeport berhasil melakukan eksplorasi, penambangan, dan pengolahan bijih dari tembaga, emas, dan perak.
Indonesia merupakan negara dengan deposit tembaga dan emas terbesar di dunia di banding perusahaan bawahan Freeport-McNoRan yang lain.

Baca Juga  Permintaan Daging Babi Domestik Turun, Pemicu Deflasi China

Pada Desember 2018 lalu, PT Freeport Indonesia mengantongi persetujuan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) baru dari pemerintah Indonesia untuk tetap beroperasi di Indonesia hingga 2031.

Bahkan, PT Freeport Indonesia diberikan hak perpanjangan operasi hingga 2024 dengan syarat membangun smelter.

Memenuhi itu PT Freeport Indonesia melakukan hilirisasi dengan mendirikan PT Smelting Gresik, smelter peleburan tembaga pertama di Indonesia dan juga smelter kedua yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia setelah smelter pertama dibuat tahun 1996.

Baca Juga  Tim Bank Dunia Kunjungi Kaltara, Potensi Rumput Laut Jadi Fokus

PT Smelting Gresik dibangun untuk mendukung program hilirisasi nasional pemerintah Indonesia. Dua teknologi digunakan dalam membangun Smelter di Gresik, yaitu teknologi Mitsubishi untuk proses peleburan tembaga dan teknologi ISA untuk proses pemurnian tembaga. Hasil produksi dari PT Smelting Gresik digunakan baik di Indonesia maupun luar negeri.(jp.online/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait