Kebun Raya Bunda Hayati Bulungan Jadi Destinasi Wisata Edukasi dan Konservasi

admin

TERUS DIKEBUT: Proses pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati sampai hari ini terus dikebut terlihat berbagai alat berat hingga pekerja konstruksi banyak beraaktivitasdalam kawasan kebun raya ini.
TERUS DIKEBUT: Proses pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati sampai hari ini terus dikebut terlihat berbagai alat berat hingga pekerja konstruksi banyak beraaktivitasdalam kawasan kebun raya ini.

Tanjungnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara, tengah gencar melakukan revitalisasi kawasan Kebun Raya Bunda Hayati. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Bulungan telah banyak membangun ruang publik dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat.

Dalam dialog khusus dengan Tarakan televisi pada Kamis (2/11), Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, Kebun Raya Bunda Hayati nantinya akan menjadi kawasan terpadu yang berfungsi sebagai edukasi, wisata, dan konservasi.

Baca Juga  FPTI Kaltara Loloskan 3 Atlet Pada Perhelatan PON ke 21 Aceh- Sumut 2024

“Kebun raya ini nantinya selain menjadi tempat rekreasi masyarakat, juga menjadi tempat edukasi, termasuk pelestarian berbagai jenis hortikultura endemik Bulungan. Termasuk ruang bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” kata Syarwani.

Dalam masterplannya, Pemkab Bulungan dibantu oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pada 12 Oktober 2023 lalu, Pemkab Bulungan telah meluncurkan logo Kebun Raya Bunda Hayati. Logo tersebut merepresentasikan Bulungan dengan hortikulturanya, berupa buah lapiu yang merupakan buah endemik yang juga ada di Bulungan.

Baca Juga  Halal Bihalal DWP Tingkatkan Kebersamaan Berkontribsi Membangun Bulungan

Saat ini, Pemkab Bulungan tengah membangun dua embung di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati. Embung tersebut memiliki luas antara 1,2 dan 1,3 hektar.

“Harapanya kawasan ini dapat kita integrasikan bukan hanya untuk berbagai tanaman endemik dan buah, tapi juga edukasi sektor perikanan budidaya,” kata Syarwani.

Selain itu, Pemkab Bulungan juga akan membangun Amphitheatre dan rumah adat tiga suku asli Bulungan, yaitu Bulungan, Tidung, dan Dayak.

Baca Juga  Bapenda Kaltara Tingkatkan Efektivitas Penerimaan Retribusi Daerah

“Pembangunan kawasan kebun raya ini juga terintegrasi dengan posisi tugu Lamlaysuri,” kata Syarwani.

Pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati secara bertahap ini diharapkan dapat menjadi ruang publik yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat Bulungan.(*)

Bagikan

Berita Terkait

4 pemikiran pada “Kebun Raya Bunda Hayati Bulungan Jadi Destinasi Wisata Edukasi dan Konservasi”

  1. I am extremely impressed along with your writing
    abilities and also with the structure in your weblog. Is this a paid
    subject matter or did you modify it your self? Either way stay up
    the excellent quality writing, it is uncommon to look
    a nice blog like this one nowadays. Stan Store!

  2. Yes, I wrote it myself through an interview process with expert sources and then poured it into a narrative form that is easy to understand.

Tinggalkan komentar