BULUNGAN-TANJUNGNEWS.COM- Dengan telah diterapkanya tarif baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dari tarif sebelumnya Rp 2.500 menjadi Rp 3.500 per meter kubik.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet Widodo, meminta agar kenaikan tarif harusnya diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat bisa memahami adanya penyesuaian tarif jika disertai dengan perbaikan nyata dalam pelayanan distribusi air bersih. Kenaikan tarif tanpa perbaikan layanan justru akan menimbulkan ketidak percayaan publik terhadap PDAM,”tegasnya.
Ia menyebutkan, keluhan masyarakat terkait aliran air yang sering mati, kualitas air yang keruh serta tekanan air yang rendah masih sering muncul, terutama di daerah-daerah padat penduduk.
“Yang masih menjadi keluhan sampai hari ini, terkadang kualitas air yang dialirkan PDAM ke pelanggan keruh, termasuk tekanan ke rumah pelanggan masih rendah ini yang menjadi catatan dan perlu pembenahan,”katanya.
Slamet juga menekankan pentingnya transparansi PDAM dalam menyampaikan dasar perhitungan tarif baru kepada masyarakat. Selain itu, dirinya mendorong adanya penguatan saluran pengaduan pelanggan dan perbaikan responsif terhadap keluhan warga.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Slamet mengaku pihaknya akan terus memantau dampak kebijakan tersebut dan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam rapat-rapat bersama pihak eksekutif dan manajemen PDAM.(adv/red)





